Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Tuesday, September 10, 2019

TESTING COMPRESSION PRESSURE ENGINE SAA6D114E-3

klinik alat berat
Saat mengukur tekanan kompresi, berhati-hatilah untuk tidak membakar diri Anda pada exhaust manifold, muffler, dll. atau dapatkan tertangkap di bagian yang berputar. a Mengukur tekanan kompresi setelah mesin dihangatkan. (Temperatur oli engine: 40 - 60 ° C).


1. Disconnect breather tube (1) and blow-by tube  (2), and remove cylinder head cover (3).
2. Disconnect injector harness connectors (4) (at 6 places) and move the harnesses.

3. Disconnect fuel high-pressure tube (5).
4. Loosen injector terminal nut (6) and remove
the terminal from the injector.

5. Move the cylinder to be tested to the compression
top dead center.
a See “Adjusting valve clearance”.









6. Remove rocker arm assembly (7).

7. Remove retainer (8) and disconnect fuel inlet
connector (9).

8. Remove holder (10).

9. Remove injector (11).
a Remove the injector using puller D1 and
the impact of slide hammer.
a Do not unclench the upper part of the
injector.






10. Install gasket D4 to the tip of adapter D3 and
connect it to the injector mount.

11. Fix adapter D3 with the injector holder. 3Holder mounting bolt
1st time: 9.8 ± 2.0 Nm {1.0 ± 0.2 kgm}
2nd time: 40.2 ± 3.9 Nm {4.1 ± 0.4 kgm}
12. Connect gauge assembly D2 to adaptor D3.
a Apply a little amount of engine oil to the
connecting parts of the adapter and gauge
so that air will not leak easily.
13. Install rocker arm assembly. 3Rocker arm assembly mounting bolt:
64.7 ± 4.9 Nm {6.6 ± 0.5 kgm}
14. Adjust valve clearance.
a See “Adjusting valve clearance”.


15. Connect INSITE (troubleshooting kit) to the 
engine and set the engine in the no-injection 
cranking mode. k If the engine is not set in the no-injection cranking mode, it will start during 
testing and will be dangerous. Accordingly, be sure to set the engine in this mode.

16. Rotate the engine with the starting motor and measure the compression pressure.

a Read the pressure gauge pointer when it 
is stabilized.



17. After finishing testing, remove the testing tools 
and return the removed parts.

a Install the injector and fuel high-pressure tube according to the following procedure.

1) Mate protrusion (a) of the injector with notch (b) of the holder, and set the injector to the cylinder head.

a Set the injector with the above mating position toward the fuel inlet connector insertion side.



⇩⇩⇩
service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641



gunakan aplikasi klinik alat berat untuk layanan service dan pencarian sparepat alat berat




Wednesday, August 7, 2019

ANALISA DAN CEK FUEL LINE PADA COMMON RAIL

klinik alat berat
PANDUAN PENGECEKAN FUEL SYSTEM ENGINE COMMON RAIL (SAA6D140E-3)

1.CHECK KEBOCORAN PADA FUEL LINE
*Running engine pada high idle atau rated speed ( attachment di relief ) lalu lihat kondisi dari fuel line,adakah kebocoran pada sambungan antara hose atau pun piping dari fuel line.check juga kondisi fuel filter apakah terjadi kebocoran.
*Bila terjadi kebocoran,segera pebaiki kebocoran



2.CHECK FUEL FILTER ( part number : 600-311-3550 )
*Bila unit di lengkapi fuel stainer,pastikan kondisi dari stainer bersih.
Untuk mengetahui kondisi fuel filter buntu atau tidak,maka lalkukan pengecekan pressure fuel sebagai berikut :
-Lepaskan plug pengukuran fuel low pressure ( terletak pada backet fuel filter ) dan pasang nipple kemudian pasang pressure gauge yang 10 kg/cm2 ( 1 Mpa )
-Running engine pada high idle kemudian lihat hasil dari pengukuran.
( STANDARD FUEL LOW PRESSURE : 1,5- 3 kg/cm2 atau 0,15 – 0,3 Mpa.)
*Bila hasil pengukuran tidak sesuai standard,maka lakukan penggantian fuel filter.

3.CHECK PRESSURE LIMITER ( part number : ND 095420-0140 )
*lepaskan bolt ( baut 14) yang mngikat piping dari pressure limiter,piping yang dilepas tadi kita blok agar fuel tidak keluar saat di running,kemudian ukur quantity fuel yang keluar dari pressure limiter menggunakan gelas ukur.Runing engine pada rated speed ( relief ) selama 1 menit.
( STANDARD FUEL YANG KELUAR DARI LIMITER : Max 10 cc tiap menit.)
*Bila hasil pengukuran melebihi dari standard,maka lakukan penggantian pressure limiter

4.CHECK COMMON RAIL PRESSURE SENSOR ( part number : ND 499000-4441 )
*Perhatikan kondisi wiring harness common rail pressure sensor,lihat apakah female conector mengalami kelonggaran atau pun kotor.Rapatkan female conector lalu bersihkan conector dari kotoran.
*Ukur voltage wiring harness common rail pressure sensor
-pada common rail pressure sensor terdapat 3 wiring yaitu wiring warna putih ( wiring power source ) , wiring warna hijau ( wiring signal ) dan wiring warna hitam ( wiring ground ).Ukur tegangan ( voltage ) masing-masing wiring dengan ground body/chassis.
STANDARD HASIL PENGUKURAN VOLTAGE :
Wiring putih dengan chassis : 5 volt
Wiring hijau dengan chassis : 5 volt
Wiring hitam dengan chassis : 0 ( kosong )
-Lakukan juga pengukuran continuity wiring harness common rail pressure sensor dengan ground body.Bila wiring harness ada yang berhubungan / continuity dengan body,maka wiring tersebut terjadi short circuit.
*Bila hasil pengukuran tidak sesuai dengan standard,maka ada kerusakan pada wiring,entah itu short atau pun wiring putus.Lakukan perbaikan pada wiring common rail pressure sensor.
*Bila wiring sudah sesuai standard tetapi masih muncul error,maka lakukan penggantian common rail pressure sensor.

5.CHECK PCV VALVE ( part number : ND 094150-0240 )
*Perhatikan kondisi wiring harness PCV VALVE,lihat apakah female conector mengalami kelonggaran atau pun kotor.Rapatkan female conector lalu bersihkan conector dari kotoran.
-Lakukan pengukuran continuity wiring harness PCV VALVE dengan ground body.Bila wiring harness ada yang berhubungan / continuity dengan body,maka wiring tersebut terjadi short circuit.
-lakukan pengukuran resistance pada PCV solenoid nya,ukur 2 pin male conector yang berada pada PCV solenoid.
STANDARD RESISTANCE PCV solenoid : 2,3 – 5,3 ohm
*Bila hasil pengukuran melebihi standard,maka lakukan penggantian PCV solenoid.
Catatan : hati-hati saat melakukan penggantian PCV VALVE , perhatikan antara plunger dan seat spring.Pastikan saat pemasangan PCV VALVE,plunger harus duduk dan terkait pada sheat spring,bila plunger tidak duduk atau terkait pada sheat spring,maka akan terjadi kerusakan pada sheat spring dan PCV VALVE akan tidak bekerja,dan hal ini akan membuat engine tidak akan bisa ruuning.( output fuel tidak akan keluar ).Dan bila sheat pring rusak maka kita harus mengganti fuel pump assy.Untuk itu dalam pemasangan PCV VALVE harus benar-benar dalam kondisi yang sesuai.

6.CHECK KONDISI GASKET DELIVERY PCV ( part number : ND 094137-0010 )
*lepaskan 2 piping delivery antara fuel pump dengan common rail,kemudian lepas delivery valve dan lepas gasket delivery valve dari dudukannya.lihat secara visual pada gasket delivery PCV,apakah ada tanda-tanda kerusakan,adakah tanda-tanda keausan yang berlebihan pada gasket delivery PCV.
*bila ada tanda-tanda kerusakan pada gasket delivery PCV,maka lakukan penggantian gasket delivery PCV.
Catatan : pada saat pemasangan gasket delivery PCV,perhatikan kebersihan dari komponen,jangan sampai ada kotoran yang menempel pada gasket delivery PCV atau pun kotoran yang menempel pada dudukan gasket delivery PCV.
-perhatikan juga urutan komponennya,jangan ada komponen yang terbalik antara delivery valve , spring , sheat spring dan delivery holder.
-dan pastikan kekencangan dari mounting delivery holder,bila kekencangan delivery holder tidak sesuai,maka akan terjadi kebocoran dan juga bisa menggakibatkan engine tidak bisa running.
*untuk mengetahui kondisi gasket delivery valve berfungsi dengan baik saat terpasang di fuel pump maka lakukan sebagai berikut :
-lepas delivery piping PCV,sediakan tampungan untuk menampung fuel yang akan keluar dari output delivery PCV.kemudian crank engine,perhatikan adakah fuel yang keluar dari output delivery PCV.bila kedua nya keluar fuel dan quantity nya sama berarti kondisi dari gasket dapat dinyatakan bagus,tetapi bila tidak keluar salah satu atau keduanya ,kemungkinan gasket delivery PCV mengalami kerusakan.

7.CHECK FUEL INJECTOR ( part number 6218-11-3101 )
*Melakukan REDUCE CYLINDER / pengecekan kondisi solenoid dari masing-masing fuel injector dengan cara sebagai berikut :
-running engine pada putaran low idle
-lihat monitor panel dan masuk ke menu cylinder cut out.
Cara menuju menu ke cylinder cut out adalah sebagai berikut :
+tekan tombol ^ 1 2 3 secara berurutan pada monitor panel.
+kemudian cari menu cylinder cut out lalu tekan v.
+maka pada layer akan muncul angka 1 2 3 4 5 6. angka-angka ini adalah menunjukan angka injector masing-masing cylinder sesuai degan urutan nya.
+untuk menonaktifkan / melihat kerja dari solenoid injector,maka tekan angka-angka tersebut satu per satu.lalu lihat dan dengarkan penurunan RPM engine,bila saat ditekan angka nya dan ada penurunan RPM engine,hal ini menandakan bahwa solenoid injector bekerja dengan baik.
+untuk mengembalikan pada kondisi semula maka tekan lagi angka yang tadi kita tekan.
*Bila saat melakukan reduce cylinder ditemui keabnormalan,maka lakukan penggantian injector.

MENGUKUR  SPILL RETURN INJECTOR
-Siapkan gelas ukur dan lepas hose / piping yang dari drain / return injector.tampung fuel yang akan keluar dari return injector menggunakan gelas ukur.
-Running engine dan ukur pada rated speed engine selama 1 menit dan sesuaikan hasil pengukuran spill return injector sesuai dengan standard RPM dari factory.Bila hasil pengukuran melebihi dari standard factory maka lakukan penggantian injector.pengukuran spill return ini bertujuan mengetahui keausan dari injector.Bila injector mengalami keausan yang berlebih pada plunger nya maka akan banyak fuel yang return menuju fuel tank,dan hal ini juga menyebabkan pressure dari injector akan mengalami penurunan dan menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna yang nanti ujung-ujung nya engine mengalami low power.

8.CHECK FUEL SUPPLY PUMP ( part number 6218-71-1130 )
*Bila sudah melakukan pengecekan dari :
-kebocoran fuel system.
-fuel filter ( low pressure circuit )
-pressure limiter.
-common rail pressure sensor.
-PCV valve.
-gasket delivery valve.
-fuel injector.

Dan ternyata engine masih mengalami low power atau pun masih muncul error fuel system,maka lakukan penggantian fuel supply pump.
Catatan :
*Hati-hati dalam melakukan pelepasan fuel supply pump,lepas wiring dari PCV 1, PCV 2 ,wiring G sensor , lepas piping delivery yang menuju ke common rail , lepas hose return dari over flow valve fuel pump dan hose dan piping dari fuel filter.
-hati-hati saat melepas “nut” dan key lock shaft mounting fuel pump yang ada di depan,jangan sampai terjatuh ke bawah ke oil pan.
*Saat melakukan pemasangan,hati-hati dalam pemasangan piping by pass valve,jangan sampai terbalik.Jika terbaik maka engine tidak akan bisa running.
+Perhatikan juga kekencangan dari mounting piping-piping fuel,jangan sampai terjadi over torque,karena bila terjadi over torque maka akan menyebabkan keretakan piping dan menyebabkan kebocoran pada fuel piping.

9.CHECK ENGINE SPEED SENSOR ( part number 7861-93-2330 dan 6217-81-9210 )
Bila ternyata hasil pengecekan dari fuel system tidak ditemukan keabnormalan,maka lakukan pengukuran pada engine speed sensor.
*ukur resistance 2 wiring pada engine speed sensor ( standard resistance 85-210 ohm)
*pastikan wiring pada engine speed sensor tidak short dengan ground chassis.
*bila hasil pengukuran di luar dari standard maka lakukan pengantian engine speed sensor.
*bila wiring speed sensor terjadi short circuit dengan chassis,maka lakukan perbaikan pada wiring speed sensor.

10.CHECK ENGINE CONTROLLER ( part number 7872-20-4403 )
*Bila langkah 1 -9 sudah dilakukan dan tidak terjadi keabnormalan,maka cobalah mengganti engine controller.



Heavy equipment part & service
buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset dll

download app ,klinik alat berat di google play 

Saturday, August 3, 2019

ANALISA TROUBLE AND ADJUST PRESURE PUMP PC200 MANUAL / ELECTRIK

klinik alat berat
Berikut adalah beberapa analisa dan cara penanganan masalah pada unit excavator pc 200 di ambil dari beberapa kasus di lapangan mudah mudahan bisa sedikit membantu pencerahan dan jika masih ada yang kurang dengan artikel ini bisa di tambahkan untuk penyempurnaan


  1. Engine drop di bawah standart
penyebabnya :
  • PC-EPC selenoid
  • Penyetelan PC-EPC Valve terlalu tinggi
  • Sphool macet tertutup.
  • Screew buntu
  • Spool aus scratch
  • Pemasangan solenoid assy terbalik sehingga port solenoid tidak bertemu dengan port pada pump housin
langakah perbaikan :
  • Pastikan performa mesin dalam kondisi baik.
  • Cek & atur tekanan output PC-EPC valve posisi A mode).
Std. Refferensi dari hasil pengukuran unit baru):

-Netral, High Idle 0 kg / cm2.
-Relief, High Idle 5 kg / cm2.
-Netral, Low Idle 29 35 kg / cm2.
  • Bersihkan skren pada solenoid.
  • Cek kondisi spool pada solenoid PC-EPCvalve, bila terfadi aus / scratch ganti solenoid.
  • Bila perlu ganti o ring solenoid
  • pastikan pemasangan PC-EPC tidak bisa dilepas dengan lubang meluruskan hole / port oilnya terdapat housing pump
    2. jika Semua atachman low speed dan low power

penyebanya adalah :
  • Pressure self reduching valve drop
  • Spool Self Pressure raduching valve macet tertutup karena adanya kotoran yang mengganjal Hal ini akan mengakibatkan pressure self raduching valve drop dan semua atachmant low speed dan low power

langkah perbaikan :
  • Periksa dan atur tekanan output self reduction valve. Std .: 30-35 kg / cm2.. Jika tekanan masih dibawah standar sudah sesuai penyesuaian, periksabagian internal Self Pressure Reducing Valve.
  • Perbaiki spool yang macet
  • Lakukan pergantian o-ring, kalau kondisi o ring sudah tidak baik. Pakai o ring sesuai standar.

3.Jika Terjadi aram drive pada posisi aram out

penyebabnya :
  • Safety suction valve aram in
  • Seal teflon pada safety suction valve arm in mengalami kebocoran. Saat netral, oil di ruang head arm silinder mengalir ke atas melalui seal yang bocor tersebut,
langkah perbaikan :
  • Untuk mempercepat analisis masalah tsb Dilakukan dengan menukar safety suction valve arm dengan pengaman suction valve attachment lain (aram out).
  • Ganti seal teflon atau ganti safety suction valve assy
4.Jika Hydraulick low power

penyebab :
  • Unload valve dan maine relief
  • valve sphool pada unload valve aus sehingga terjadi leakage antara sphool dan housing

langkah perbaikan :
  • periksa seal dan sphool pada unload valve dan maine relief valve atau ganti assy

4.jika boom lower low power dan tidak mampu jack unit dan pressure di dapat hanya 200 +-20KG/CM2

kemungkinan penyebabnya :
  • Boom regeneration circuit.
  • check valve boom regeneration valve macet,tidak terpasang,atau jatuh saat resealing pump merge-divinder valve
langkah perbaikan :
  • Buka pump merge-devinder valve lalu periksa valve regeneration
5.jika Cover sphool merge devinder valve sering pecah

penyebabnya adalah
  • Slow retun valve merge-Devinder dan self reduching valve
  • jika slow retrun falve macet atau tidak terpasang,Hal ini mengakibatkan proses draint tidak smooth pada merge-devider valve, sehingga terjadi benturan seat dengan cover spool penggabungan devider valve
  • ika preesure raduching valve terlalu tinggi hal demikian juga sering terjadi 
langkah perbaikan:
  • Cek tekanan output pressure selv raduching  valve STD 35 kg / cm2.
  • Cek kondisi cover spool, pastikan slow retrun valve sudah terpasang atau tidak macet..
6.Jika aram out dan bucket low power..
Kemungkinan penyebabnya :
  • aram sphool
  • terjadi leakage akibat rusaknya o-ring dan back up ring yang terdapat pada plug aram sphol sphool yang sama juga terdapat pada bucket valve sphool,sehingga jika terjadi kerusakan oring pada plug bucket sphool akan mengakibatkan bucket dump low power.
langkah perbaikan :
  • Pastikan performa mesin dalam kondisi normal
  • Lakukan pengecekan tekanan self-reduce STD 30-36 kg / cm2. lampiran.
  • Lakukan pengecekan tekanan hidrolik untuk semua pastikan tekanan hidrolik masuk dalam standar rangenya. Bila ada kerusakan pada ring ring dan plug up ring pada plug spool arm control valve, maka hasil pengukuran tekanan hidrolik untuk Aram kurang dari standar sehingga daya tekanan aram cylinder sangat rendah
7.Jika saat operasi tuas handel PPC terasa berat dan menghentak.

kemungkinan penyebapnya :
  • self presure raduching valve
  • Kekuatan operasi PPC lever berat dan menghentakhentak karena penyesuaian Self Pressure Reducing Valve terlalu tinggi Saat netral didapat 30 kg / cm2 sedangkan pada saat attachment operasi self reduce pressure ikut naik
langkah perbaikan :
  • ajusment presure selfraduching valve dilakukan pada saat atachmant neutral dan di gerakan
  • standart pressure self raduching valve 33-35 KG/CM2
8.Jika saat sala satu atachmant di gerakan dan atachmant yang lain ikut bergerak saat relief tercapai

kemungkinan penyebabnya :
  • pressure compensation valve
  • Kerusakan sliper seal pada piston pressure compensation valve Dengan rusaknya seal slipper LS tekanan dari sirkuit yang bertekanan tinggi masuk lewat segel yang rusak menuju port yang mengarah ke aktuator yang bergerak.
langkah perbaikan:
  • Lakukan pengecekan pressure control pump STD 30 -36 Kg / cm2.
  • Lakukan pengecekan tekanan relief hidrolik untuk semua attachment STD 325 10 kg / cmz (bucket, boom & arm standard melakukan adjustment main relief Jika hasil kurang dari valve, tidak ada perubahan, maka dan perhatikan Gerakkan salah satu attachment sampai end stroke apakah Ada yang ikut ikut pelan. 
catatata: biasanya Yang paling terlihat ikut bergerak adalah Swing..

9.Jika saat travel di operasikan divinded (lH atau RH)terjadi low power dan susah belok namun jika di operasikan bersama keduanya kondisi normal.

kemungkinan penyebabnya :
  • Hose lines 
  • Selang tekanan LS front pump tertukar dengan selang LS pressure. Real pump, sehingga saat LH berjalan , pompa depan tidak mendapat sensor tekanan LS dari kontrol valve. Dan saat sedang mengoperasikan RH travel rear pump tidak mendapat sensor tekanan Ls dari control valve. LS Sensor LH Front Pump RH Belakang Pum Tertukarnya Sambungan selang tersebut dapat karena Sambungan yang berdekatan dan selang panjang dan hosenya yang sama.
langkah perbaikan:

  • Jack unit dan putar travel LH tidak ada beban.
  • Triger operasikan travel lever RH
  • Jika putaran track LH bertambah lebih cepat, berarti selang dari Pengontrol Valve yang menuju Pompa Utama tertukar antara Pompa Depan dan Pompa Belakang.

Catatan: Pengecekan bisa dibalik dengan perjalanan RH. Prosesor yang tidak tertukar antara selang LS depan dan belakang LS. Jika menandai hilang maka koneksi hosenya adalah sambungan pompa depan LS ke Control valve arm group koneksi pompa belakang LS ke Control valve bucket group Catatan Untuk unit baru hose menggunakan kode warna.

10.Jika presure maksimum hanya mencapai bekisata 160 Kg/cm2 dan maine pump dinyatakan bagus..

kemungkinan penyebabnya :
  • Merge-devinder valve
  • Arah pemasangan LS Spool & Spring LS Spool Merger Devider Valve terbalik.
  • Tidak ada perbedaan diluar diameter spul. Dengan pemasangannya terbalik akan beres PLS Pompa depan akan mertutup sudut Pompa terus menerus.
langkah perbaikan :
  • Arah pemasangan spool tersebut adalah: Sisi spring spool dipasang sejajar dengan sisi spring main spool penggabungan devider valve. Dengan sebuah plug Sisi spring main spool devider valve ditutup

11.Jika engine tetap drop dan tenaga hilang..

silahkan matikan mesin lalu tinggal ngopi dulu.........

..................12selanjutnya   download app klinik alat berat di google play 

Heavy equipment part & service
buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset, etc.

Friday, August 2, 2019

PENYEBAB ENGINE OVERHEAT DAN CARA MENGATASINYA

klinik alat berat
BELAJAR PAHAM BIAR GAK ASAL
BACA PELAN- PELAN SAMBIL NGOPI RENGGANGKAN URAT SYARAF DAN JANGAN PANIK ....


Berikut adalah beberapa penyebab engine overheat yang menyebabkan beberapa kerusakan pada komponen sehingga biaya yang timbul menjadi besar terhadap kendaraan khususnya pada alat berat
di antaranya adalah sebagi berikut : 

  • Air pendingin kurang (terlalu rendah levelnya)
Solusi: Bila air pendingin kurang maka aliran air pendingin pada engine dan radiator menjadi tidak lancar dan tidak bisa mengambil panas secara maximum dari engine untuk didinginkan di radiator. Kurangnya air pendingin disebabkan oleh kebocoran-kebocoran atau salah waktu pengisian radiator. Pada saat engine dingin yakinkan air dapat terlihat pada bagian bawah leher tube pengisi radiator.

  • Temperature gauge rusak

Solusi: Temperatur gauge yang rusak tidak akan menunjukan temperatur yang sebenarnya. Bila temperatur gauge menunjukan temperatur yang terlalu panas, tapi kondisi yang lain normal maka ganti teperatur gauge yang kondisinya baik atau periksa cooling system dengan 4C6500 digital thermometer group.

  • Radiator kotor

Solusi: Periksa fins antara radiator core dari kotoran/ranting yang menghambat aliran udara. Periksa radiator dari kotoran, kerak di bagian dalam core radiator yang menghambat aliran coolantdi radiator core.

  • Belt kendor

Solusi: Kekendoran fan atau gear penggerak water pump akan menyebabkan berkurangnya aliran udara atau air. Kencangkan belt sesuai dengan belt tention chart yang ditunjukan di specificationmodul.

  • Hose rusak

Solusi: Kerusakan hose yang nengakibatkan kebocoran mudah dilihat. Kerusakan yang tidak bisa dilihat dengan mata pada saat beroperasi akan menghambat aliran coolant. Misanya hose menjadi lunak, atau retak karena sudah lama dipakai. Apabila pergantianya melebihi waktu yang ditentukan, bagian dalam dari hose bisa lepas dan akan menghambat aliran coolant.

  • Thermostat (water temperatur regulator) rusak

Solusi: Regulator yang tidak bisa terbuka atau hanya membuka sedikit akan menyebabkan panas diatas normal. Lihat Testing and Adjusting melakukan prosedur pengetesan water temperature regulator.

  • Water pump rusak

Solusi: Water pump yang impellernya kendor tidak cukup kuat untuk memompakan coolant. Kendornya impeller water pump bisa dilihat dengan melepas water pump dan menekan shaft serta menariknya kembali. Bila tidak ada kerusakan pada impeller maka periksa celah (clearance) impeller.

  • Terdapat udara di dalam cooling system

Solusi: Udara dapat masuk kedalam cooling system melalui beberapa cara, umumnya disebabkan pengisian cooling system yang tidak benar dan kebocoran pembakaran ke dalam system. Udara dapat masuk ke system melalui keretakan di dalam atau karena gasket cylinder head rusak. Udara yang ada pada cooling system dapat mengakibatkan terhambatnya aliran coolant dan membuat gelembung-gelembung pada coolant. Air Bubble tertahan pada saluran coolant dan dapat menghambat aliran panas ke dalam coolant. Udara yang terdapat pada cooling system dapat ditemukan dengan bottle test. Alat yang diperlukan untuk tes ini adalah satu pint bottle, tempat air, dan hose yang akan dihubungkan dengan bagian ujung dari overflow pipe radiator. Sebelum melakukan pengetesan yakinkan pengisian coolant dilakukan dengan benar. Gunakan kabel kecil untuk menahan relief valve pada cap radiator dengan posisi terbuka. Pasang cap radiator dan kencangkan. Pasang hose pada bagian ujung dari overflow pipe. Start engine dan operasikan pada high idle rpm beberapa menit sampai temperature operasi. Gunakan tutup pada core radiator untuk menjaga engine pada temperature operasi. Setelah lima menit atau lebih kendorkan bagian ujung hose pada botol yang berisi air. Letakkan botol tersebut pada bucket air dengan posisi terbalik. Bila air dapat keluar dari botol dengan waktu kurang dari 40 detik, maka terdapat kebocoran gas buang kedalam cooling system. Cari penyebab masuknya udara atau gas buang ke dalam cooling systemdan perbaiki.

  • Fan salah, fan atau shroud posisinya tidak benar

Solusi: Fan yang salah, fan atau shroud dipasang pada posisi yang salah akan mengakibatkan berkurangnya udara yang dihembuskan ke radiator. Fan harus cukup besar untuk dapat meniupkan udara lebih banyak ke radiator. Yakinkan ukuran dari fan dan shroud dan posisi fansesuai dengan rekomondasi pabrik.

  • Radiator terlalu kecil

Solusi: Radiator yang terlalu kecil tidak cukup untuk melepaskan panas pada cooling system, ini akan mengakibatkan engine pada saat beroperasi temperaturnya lebih tinggi dari temperatur normal. Yakinkan bahwa ukuran radiator sesuai dengan yang direkomondasikan pabrik.

  • Tidak cukup aliran udara yang melewati radiator yang disebabkan oleh hambatan pada komponen engine

Solusi: Aliran udara yang digunakan untuk mendinginkan radiator keluar dan masuk melalui daerah sekeliling engine. Yakinkan filter pendingin udara dan komponen-komponen sejenisnya tidak terpasang di daerah yang menghambat kebebasan aliran udara baik yang masuk atau yang keluar.

  • Temperature disekeliling engine terlalu panas

Solusi: Ketika temperature diluar engine terlalu panas dari rata-rata cooling system, perbedaan temperature tidak cukup antara udara luar dan coolant. Untuk mendapatkan pendinginan yang bagus kurangi beban engine.

  • Engine beroperasi pada tempat yang tinggi

Solusi: Kapasitas pendingin pada cooling system turun karena mesin digunakan di tempat yang lebih tinggi. System pressure yang rendah harus digunakan untuk menjaga coolant dari pemuaian.

  • Udara masuk terhambat

Solusi: Hambatan masuknya udara ke engine menyebabkan temperature cylinder tinggi dan jumlah panas yang melewati cooling system terlalu tinggi pula. Periksa hambatan dengan menggunakan sebuah water manometer atau sebuah vacuum gauge (mengukur pada inchers of water). Pasang gauge ke saluran masuk udara antara air cleaner dan saluran yang akan masuk ke turbocharger. Dengan gauge yang terpasang jalankan engine pada rpm beban penuh dan periksa hambatannya. Hambatan maksimum pada udara masuk yaitu 635 kPa (25 inch of water). Bila hasilnya lebih besar dari hambatan maximum yang diijinkan maka buang kotoran dari elemen filter atau pasang dengan elemen filter yang baru. Dan periksa kembali hambatannya. Bila hasilnya masih lebih tinggi dari maximum yang diijinkan maka hambatannya pasti pada pipa saluran masuk.

  • Gas buang terhambat

Solusi: Hambatan pada exhaust system mengakibatkan temperature pada cylinder tinggi dan terlalu banyak panas yang ditanggung oleh cooling system. Untuk mengetahui kemungkinan hambatan pada exhaust system, lakukan pemeriksaan secara visual pada exhaust system. Periksa kerusakan pipa atau muffler. Bila tidak ditemukan kerusakan periksa system untuk back pressure dari exhaust(pengukuran perbedaan tekanan antara saluran exhaust dan tekanan udara luar). Back pressureharus tidak boleh lebih tinggi dari 1016 kPa (40 inches of water). Kita juga dapat memeriksa systemdengan melepas pipa exhaust dari exhaust manifold. Dengan pipa exhaust terlepas, enginedijalankan untuk mengetahui masalahnya.

  • Fuel injection timing tidak benar

Solusi: Periksa dan lakukan penyetelan sesuai dengan testing and adjusting.

Nah,.... itu tadi penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi engine over heat selengkapnya silahkan download app klinik alat berat di google play ,... mudah2 bisa membantu mengatasi masalah yg terjadi pada mesin anda 


buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset


CONTROL SYTEM OPERASI PADA GOVERNOR CAT 320D

klinik alat berat
Penjelasan kali ini akan memberikan informasi bagaimana governor bekerja ketika kecepatan engine mulai melebihi dari kecepatan yang ditentukan oleh throttle control lever. Saat engine mulai mengalami overspeed maka gaya sentrifugal pada flyweight akan menyebabkan flyweight mekar & membuka keluar, sifter dan sleeve juga bergerak ke kanan sampai menyentuh dan menekan torque control spring. Setelah itu berikutnya yang terjadi adalah tension lever bergerak juga ke arah kanan dan menarik governor spring. Pada saat gaya dari spring dan gaya sentrifugal yang dimiliki flyweight mencapai kesetimbangan maka tension lever akan berhenti bergerak.


Pada saat yang bersamaan ketika flyweight, shifter dan sleeve bersama-sama menggerakan tension lever maka komponen-komponen tersebut juga menggerakan floating lever ke arah kanan. Mekanisme lever menghubungkan floating lever ke control rack sehingga control rack juga bergerak ke kanan untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang akan dipasok oleh fuel injection pump ke fuel injection nozzle. Control rack akan terus bergerak ke kanan sampai governor spring dan flyweight mencapai kesetimbangan. Jika kecepatan engine terus meningkat akibatnya adalah tension lever akan terus bergerak ke akan sampai menyentuh idling-sub spring yang akan membawa kecepatan putaran engine ke kondisi NO LOAD MAXIMUM SPEED.

Fungsi dari torque control spring adalah untuk membatasi jumlah asap hitam yang dihasilkan oleh engine saat mengalami akselerasi. Saat kecepatan engine rendah maka gaya dari torque control spring lebih besar dibandingkan gaya sentrifugal dari flyweight. Gaya dari spring akan menggerakan shifter dan sleeve kearah kiri sehingga guide dan floating lever pun terdorong kearah kiri dan menyebabkan control rack bergerak juga ke arah FUEL ON. Pada saat kecepatan engine meningkat, gaya sentrifugal dari flyweight akan menekan torque control spring. Shifter selanjutnya akan menyentuh dan mendorong tension lever untuk mengurangi fuel yang akan di injeksikan. Pada governor ini, mendorong fuel rack ke dalam akan mengurangi fuel dan menarik rack keluar akan menambah fuel.

CATATAN: Control lever dan shutoff lever pada illustrasi diatas bukanlah mekanisme sebetulnya yang terdapat pada engine 3066 di 320 Hex. Mekanisme control untuk throttle yang aktual bukanlah menggunakan lever melainkan pulley dan system kabel. Shutoff lever juga dioperasikan oleh solenoid 

 
Semua input komponen elektronik untuk engine speed control akan menuju ke controller. Controller tersebut berada di sisi kiri machine di bagian belakang pintu akses bersebelahan dengan air filter canister.




 
Skematik yang telah disederhanakan untuk machine control system seperti tampak pada gambar di atas menampilkan komponen input yang mengontrol governor motor. Input komponen itu adalah automatic engine speed control (AEC) dan power mode function di control panel; engine speed dial, implements/swing, travel dan attachment pressure switch; one touch low idel switch pada implement control lever sebelah kanan, back up switch untuk throttle control dan position feedback sensor pada governor actuator motor


Controller akan membandingkan input signal dari engine sped dial dengan input signal yang diterima dari position feedback sensor. Jika posisi dari dari feedback sensor dan engine speed dial tidak sama maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menggerakan governor control lever ke posisi yang benar.

 Governor actuator motor (didalam kotak besi) berada di sisi kiri dari machine di belakang pintu akses. Governor actuator motor menerima signal electronic dari controller.










Governor control cables dibungkus mengelilingi pulley yang terhubung ke position feedback sensor (panah) didalam governor actuator motor.

Signal electronic yang sampai ke governor actuator motor menyebabkan feedback sensor dan pulley berputar. Putaran dari pulley menggerakan cable yang akan menggerakan governor throttle control lever



Engine speed control dial di dalam operator station adalah salah satu komponen input untuk mengontrol engine speed. Engine speed control dial memiliki sepuluh pilihan posisi. Masing-masing posisi merujuk pada suatu harga rpm yang spesifik. Posisi 1 adalah LOW IDLE dan posisi 10 adalah HIGH IDLE.





Rangkaian engine speed control memiliki backup switch (berlokasi didalam operator staion, dibawah cover di bagian belakang dari arm rest bagian kanan). Back up switch ini memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed dial. Untuk mengoperasikan engine pada LOW IDLE posisikan manual/auto switch (1) ke posisi “MAN” dan tahan spring-centered speed toggle switch (2) ke gambar kura-kura sampai engine speed berhenti melambat. Untuk beroperasi pada HIGH IDLE, tahan speed switch (2) di posisi gambar kelinci sampai engine speed berhenti naik. Untuk mengoperasikan engine pada operasi kecepatan menengah, lepaskan speed toggle switch sebelum engine mencapai high atau low idle.


Untuk bisa meningkatkan effesiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi noise level maka AEC akan mengurangi engine speed pada saat tidak ada beban. Level pertama beroperasi saat AEC switch (1) dalam kondisi OFF. Level pertama terjadi pada saat kurang lebih tiga detik setelah kebutuhan engine untuk menanggung beban hilang. Pressure switch untuk swing, travel & attachment mengirimkan signal ke controller untuk memberitahu controller bahwa tidak ada beban yang diberikan ke engine.Saat tidak ada kebutuhan beban maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menurunkan engine speed sebanyak 100 rpm.

Level AEC yang kedua terjadi ketika switch AEC dalam kondisi ON dan posisi engine speed dial berada di 5 atau lebih. Level kedua ini otomatis akan mengurangi engine speed menjadi sebesar 1300 rpm jika setelah 3 detik engine tidak menerima beban. Apabila ada pressure switch yang berubah menjadi ON (kondisi berbeban) maka engine speed akan kembali ke kecapatan yang sesuai dengan yang tertera di speed dial.

Power Mode selector switch (2) juga terletak di control panel. Level dari Power Mode menentukan maximum engine speed secara terpisah tidak tergantung dari posisi engine speed dial. Power Mode III menijinkan rentang maksimum dari operasi throttle (posisi engine speed dial 1-10). Power Mode II mambatasi maximum engine speed sampai posisi 9 saja dan Power Mode I membatasi posisi maximum engine speed sampai posisi 7 saja tanpa tanpa menghiraukan posisi dari engine speed dial. Machine memiliki nilai default Power Mode II pada saat start-up.


Grafik di samping menunjukan rpm engine pada berbagai macam kondisi dari operasi implement dengan machine berada pada Power Mode III dan engine speed dial pada posisi 10. Lima detik pertama di grafik menunjukan rpm engine saat implement sedang dioperasikan. Pada saat tersebut engine berada dalam kondisi beban yang berubah-ubah karena itu akibatnya maka rpm engine juga berfluktuasi. Saat operator menghilangkan beban dari engine untuk sekejap rpm engine akan naik sampai HIGH IDLE. Jika AEC switch dalam posisi OFF, dalam waktu tiga detik setelah setelah engine speed mencapai high idle maka fungsi level pertama dari AEC akan menurunkan engine rpm sebanyak 100 rpm. Apabila switch AEC ada di posisi ON maka 3 detik setelah engine mencapai HIGH IDLE, level kedua AEC akan menurunkan rpm engine dari high idle ke 1300 rpm.

Selama operator tidak menggerakan implement atau travel motor maka engine speed tetap berada 100 rpm dibawah high idle rpm (AEC switch dalam posisi OFF) atau pada 1300 rpm (AEC switch dalam posisi ON).

Apabila operator memberikan beban pada engine maka controller akan mengembalikan engine speed ke engine speed dial setting atau ke maximum speed yang diperbolehkan oleh power mode level (tergantung mana yang paling rendah).

Pada implever control lever sisi kanan terdapat one-touch low idle switch (tanda panah). Saat operator mengaktifkan one-touch low idle switch maka controller mengirimkan signal ke governor motor agar mengurangi engine speed menjadi 940 rpm. Saat operator menekan swich tersebut untuk yang kedua kalinya maka engine speed akan naik lagi ke level yang di set pada engine speed dial, power mode level atau AEC level (tergantung mana yang paling rendah). Jika operator mengaktifkan fungsi maka one-touch low idle control switch secara otomatis akan OFF dan engine speed akan kembali ke level operating normal.

PERHATIAN

Engine speed dial sebaiknya berada di posisi 1 sebelum engine dimatikan. Apabila operator mematikan machine dengan one-touch level idle switch dalam keadaan aktif (rpm engine sebesar 940 rpm) dan operator tidak mengembalikan speed dial ke posisi 1 sebelum menghidupkan engine kembali, maka saat engine hidup speed engine akan langsung berakselerasi ke kecepatan engine speed dial setting atau ke level power mode II – tegantung mana yang paling rendah. Controller tidak menyimpan di momory informasi mengenai one-touchlow idle swith yang masih dalam kondisi aktif pada saat engine dimatikan.

HEAVY EQUIPMENT PART & SERVICE 
buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset , etc.
download app klinik alat berat on google play

Saturday, July 13, 2019

KENAPA OLI ENGINE BISA CAMPUR DENGAN AIR RADIATOR ?

klinik alat berat
Oli mesin bercampur dengan air radiator bisa membuat mesin menjadi rusakdan Kandungan struktur kimia oli akan berubah sehingga oli mesin kehilangan semua fungsinya sebagai oli mesin seperti contohnya sebagai pelumas, sebagai pendingin, perapat dan lain-lain

Ketika oli mesin kehilangan fungsi dan manfaatnya, maka komponen-komponen mesin yang bekerja dan saling bergesek didalam mesin ini akan menjadi aus, cepat panas dan rusak. Akibatnya anda akan membutuhkan biaya yang lebih untuk melakukan perbaikan pada mesin mobil anda. Ciri-ciri oli mesin campur air radiator beberapa diantaranya adalah oli mesin akan berwarna coklat muda seperti kopi susu, muncul busa dengan buih coklat muda pada radiator, suara mesin akan terdengar lebih kasar dan berisik saat digunakan

apa saja penyebab oli mesin campur air radiator ini ? ..
seputar informasi tentang penyebab oli mesin campur air radiator berikut tips untuk mengatasinya
  • CYLINDER HEAD MELENGKUNG / BENGKOK
Penyebab Oli mesin campur air radiator yang pertama adalah cylinder head melengkung / bengkok. Cylinder head yang melengkung atau bengkok ini akan membuat celah diantara gasket cylinder head dengan cylinder block. Air radiator yang bertekanan di dalam mesin akan mudah keluar dari celah tersebut dan masuk ke saluran oli mesin (Oil main gallery). Akibatnya oli mesin menjadi tercampur dengan air radiator. Sedangkan penyebab Cylinder head bengkok ini umumnya terjadi akibat mesin mengalami overheat (panas belebihan), untuk mengatasi cylinder head yang melengkung ini tentunya diperlukan pembongkaran pada bagian cylinder head mesin

Setelah dibongkar, cylinder head akan diukur kerataan dan tingkat kelengkungan yang terjadi pada bagian permukaannya. Ya, cylinder head mesin yang melengkung ini memiliki batas ukuran kelengkungan. Jika ukuran kelengkungan masih dibawah limit rekomendasi pabrikan, maka bubut dan meratakan permukaan cylinder head masih bisa menjadi solusniya. Namun jika sudah melewati batas limit, penggantian cylinder head adalah solusi terbaiknya.

  • RETAK PADA DINDING WATER JACKET DI CYLINDER HEAD
Penyebab Oli mesin campur air radiator berikutnya adalah adanya retakan pada dinding water jacket di cylinder head

Masalah retaknya dinding water jacket pada cylinder head ini memang lebih sering ditemukan / terjadi pada mesin yang sudah tua, namun bukan tidak mungkin mesin yang baru bisa mengalami masalah ini
Retak pada dinding water jacket ini disebabkan oleh terkikisnya dinding cylinder head akibat penggunaan cairan coolant yang tidak sesuai dengan karakter mesin. 

Pada beberapa kasus, coolant air radiator kerap jenuh dan berubah sehingga mengandung kristalkristal padat akibat terlalu lama tidak dikuras atau menggunakan coolant yang tidak sesuai dengan anjuran pihak pabrikan. Kotoran-kotoran tersebut akan terus menerus mengalir akibat adanya sirkulasi cairan pendingin sehingga lambat laun akan menimbulkan efek menggerus pada dinding cylinder sehingga membuat dinding cylinder head menjadi tips hingga muncul retakan. Retakan-retakan inilah yang membuat air radiator keluar dan mengalir masuk ke dalam mesin sehingga membuat oli mesin campur dengan air radiator.
  • RETAK PADA DINDING WATER JACKET DI CYLINDER BLOCK 
Penyebab oli mesin campur air radiator berikutnya adalah retak pada dinding water jacket di Cylinder block. Kondisi dan masalah ini mirip dengan retakan pada cylinder head, namun kali ini retakan terjadi pada dinding water jacket di cylinder block. Baca lebih detil tentang komponen-komponen mesin masalah retak pada diniding water jacker di cylinder block ini memang sangat jarang ditemukan, retakan yang terjadi tepat berada pada dinding dekat cylinder liner bagian bawah. Kebocoran ini tentu saja akan membuat air radiator langsung menetes ke bawah dan bercampur langsung dengan oli mesin. 

untuk mengatasinya, adalah dengan turun mesin, kemudian lakukan penambalan pada retakan tersebut. Jika tidak memungkinkan, tentu menganti cylinder block adalah solusi terakhir yang terbaik bisa dilakukan. 

  •  PACKING CYLINDER HEAD RUSAK
Penyebab oli mesin campur air radiator juga sering terjadi adalah saat packing cylinder head rusak, Kerusakan pada packing cylinder head ini sebenarnya jarang terjadi karena posisinya yang dijepit diantara cylinder Head dan cylinder block 
namun ada kalanya packing cylinder head ini bisa rusak akibat lubang-lubang yang menghubungkan water jacket antara cylinder head dan cylinder blok mengalami korosi dan menembus hingga ke bagian lubang untuk mengalirkan oli mesin. Akibatnya oli mesin campur dengan air radiator

Penyebab oli mesin campur air radiator lainya adalah terjadi bocor pada oil cooler. 

Perlu diketahui bahwa tidak semua mesin / engine menggunakan oli cooler yang berpendingin air. Oil cooler berfungsi untuk mendinginkan suhu oli mesin sebelum disirkulasikan kedalam mesin. dengan tujuan agar oli mesin kembali menjadi dingin dan lebih optimal menjalankan fungsi sebagai pendingin komponen yang bergesekan

oil cooler yang berpendingin air ini juga kerap menjadi penyebab oli mesin campur air radiator. biasanya masalah ini timbul akibat gasketatau o-ring pemisah antara oli mesin dengan air radiator sudah rusak dan bocor dan efeknya oli mesin akan bercampur dengan air radiator

www.klinikalatberat.com

Wednesday, July 10, 2019

APA PENYEBAB SEAL HYDROLIX BOCOR TERUS?...

klinik alat berat
Terkadang serasa menjengkelkan apabila seal hydrolix sering bocor,.. padahal baru beberapa saat kita mengganti repair kit khususnya di bagian hydroulix cilinder baik pada forklift maupun alat berat ,hal yang sering terjadi pada karena beberapa kemungkinan seperti kasus pada unit unit ini di antaranya pada :



FORKLIFT
  • cylinder lift
  • cylinder tilt
  • power cylinder ( steering )

TRUCK
  • hydrolix cabin
  • hydrolix wing box

ALAT BERAT
  • cylinder bucket
  • cylinder arm
  • cylinder boom
  • cylinder steering

MOBIL
  • cylinder steering
    pada saat mengetahui seal hidraulik bocor tentu kita akan segera melakukan perbaikan dan penggantian dan yang sering muncul di awal pemikiran kita tentulah sealnya rusak atau aus.

memang betul itu karena bila sealnya rusak sudah tentu oli hidraulik bocor.
lalu setelah di ganti seal atau bahkan repair kitnyapun menggunakan sparepart yang original tetapi beberapa saat kemudian bocor lagi dan bocor lagi,tentu jadi pusing dan menjengkelkan bukan?.....

lalu dimana letak penyebabnya yang kadang terlewatkan oleh pengamatan kita.
mari kawan kita lihat bersama pada saat melakukan penggantian seal hydrolik coba kita perhatikan yang berikut ini :

  • cek kondisi cylinder atau tabung nya kemungkinan cacat,baret
  • cek kondisi shaft atau as nya kemungkinan baret atau bengkok
jika kondisi tabung dan shaft tidak cacat,baret ataupun bengkok kemudian repair kit kita ganti baru coba cek satu hal vital yang tentu tidak boleh kita anggap sepele dan harus segera di perbaiki karena ini penyumbang kebocoran yang terus menerus.


    


mari kita lihat gambar berikut ini khususnya item nomer 6 dan 105
item no 6 adalah pin dan item no 105 adalah bushing ini hal vital penyumbang seal hydrolik selalu bocor terus menerus yang kadang luput dari pengamatan kita...

kenapa bisa demikian...?

karena bushing dan pin adalah sebagai pondasi tempat pijakan cilinder hidraulik agar tidak goyang lepas atupun miring.jadi bahasa sederhananya pin dan bushing tidak boleh aus longgar ataupun oblag bahasanya umumnya karena bila posisinya longgar otomatis pada saat piston dan as bekerja terdorong keluar ataupun masuk dari tabungnya akan miring tidak lurus mengakibatkan as menggesek dan menekan seal sudah barang tentu seal yang terbuat dari karet di tekan begesekan dengan besi tidak akan lama akan sobek ataupun rusak

perhatikan juga gambar no 106 yaitu as atau shaft yang akan keluar masuk melewati item no 109 , cup itu cuma di tahan atau di tutup dengan item no110 yaitu seal kit dan antara as dan cup tidak boleh begesekan , tapi bila penyangga atau pondasinya longgar / bushing dan pin nya aus sudah tentu akan miring dan mengakibatkan bergesekan antara besi shaft dengan besi cup yang sudah pasti menghancurkan seal

gambar tersebut kami ambil dari cilinder hidraulik secara umum saja.demikian pembahasan tentang mengapa cylinder hidraulik selalu bocor padahal seal kit baru di ganti tabung dan as masih bagus.ini sekedar pengalaman kami saja 

jika artikel ini menarik silahkan bagikan ke teman teman anda semoga bisa memberi wawasan tambahan buat temen temen kita yang mungkin sedang membutuhkan info 

klinik alat berat
salam sukses bersama

service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641

Wednesday, January 30, 2019

Mekanisme Steering System Pada alat berat Bulldozer

klinik alat berat

1. Outer drum
2. Disc
3. Plate
4. Inner drum
5. Bolt
6. Piston
7. Seal piston
8. Spacer
9. Spring small
10. Spring large
11. Pressure plate
12. Bolt
13. Bevel gear shaft hub
14. Bevel gear shaft 

tipe steering system pada crawler machine sebagian besar adalah mechanical clutch, dimana dalam pengendaliannya menggunakan clutch yang terdiri dari disc dan plate yang tersusun diantara inner drum dan outer drum serta dipasang pada kedua ujung bevel gear shaft.

Fungsi komponen-komponen utama steering system tipe mechanical clutch, adalah :
• Clutch drum atau inner drum, dibaut pada bevel gear shaft hub yang terikat pada spline bevel
gear shaft, berfungsi sebagai tempat kedudukan plate juga berfungsi sebagai silinder .
• Bevel gear shaft hub, mengalirkan oli dari steering control valve ke piston.
• Brake drum atau outer drum, dibaut pada final drive flange berfungsi sebagai tempat kedudukan
disc.
• Plate, terbuat dari baja tahan karat serta tahan temperatur tinggi. Plate ini berfungsi sebagai
friction plate dan duduk pada spline outer drum.
• Disc, terbuat dari baja, bagian luar diberi lapisan bronze yang berguna untuk mengurangi
keausan. Disc berfungsi sebagai friction plate dan duduk pada spline inner drum.
• Pressure plate, terpasang tetap ke piston oleh bolt. Piston dan pressure plate bergerak secara
bersamaan berfungsi sebagai pendorong disc secara langsung.
• Spring, berfungsi sebagai sumber kekuatan untuk menekan susunan disc dan plate dengan
perantaraan pressure plate.

Proses pemindahan tenaga pada clutch sangat tergantung kepada :
• Gaya tekanan (P) yang diperoleh dari spring atau hidrolik.
• Koefisien gesek (u) tergantung dari jenis material.
• Area (A) tergantung dari luas permukaan yang bergesekan.


service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641

Cara Kerja Delivery Valve

klinik alat berat
MENEGNAL fungsi utama dari delivery valve adalah untuk mencegah aliran balik dan mengatur
tekanan sisa bahan bakar. Ketika plunger pada pompa injeksi telah mencapai posisi titik mati
atas, maka proses penginjeksian bahan bakar telah berakhir. Jika plunger dan pipa nozzle
(pipa dengan tekanan tinggi) dihubungkan secara langsung, maka bahan bakar yang
terdapat di dalam pipa nozzle akan terhisap ke arah pompa injeksi pada saat plunger
bergerak turun.

Jika hal ini terjadi maka akan berakibat terjadinya keterlambatan penginjeksian bahan bakar (akan terdapat jeda waktu yang cukup lama antara saat dimulainya pengiriman bahan bakar oleh plunger dengan saat dimulainya penginjeksian bahan bakar oleh nozzle) pada saat siklus berikutnya.

Untuk mencegah hal ini, maka dipasanglahj delivary valve diantara plunger dengan pipa nozzle. Delivery valve akan memutuskan hubungan antara plunger dengan pipa nozzle pada saat proses penginjeksian bahan bakar berakhir, untuk menghentikan seluruhnya aliran balik dari pipa.

Delivery valve juga berfungsi untuk mencegah adanya tekanan sisa pada pipa saat
penginjeksian berakhir. Tekanan sisa yang terdapat pada pipa nozzle jika dibiarkan akan
berakibat bahan bakar yang diijeksikan oleh nozzle tidak akan berhenti dalam waktu yang
tepat (terjadi keterlambatan waktu berakhirnya penginjeksian oleh nozzle).

Kejadian ini akan menimbulkan tetesan (dribbling) bahan bakar dan terjadinya penginjeksian kedua (secodary injection). Untuk mencegah hal ini, delivery valve akan mengatur tekanan sisa pada pipa
nozzle pada level yang tepat dengan cara menarik/menghisap bahan bakar tersebut. Proses penginjeksian bahan bakar akan berakhir pada saat retraction piston menutup lubang pada
valve seat.

Berakhirnya penginjeksian bahan bakar merupakan awal dari proses penarikan
bahan bakar (retraction). Pada proses retraction inilah terjadinya penurunan tekanan pada
pipa nozzle, sehingga proses penetesan bahan bakar (dribling) dan penginjeksian kedua
(secondary injection) dapat dicegah. Proses bekerjanya delivery valve dapat dilihat pada
gambar berikut ini.


service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641

Cara Menampilkan Service Menu pada excavator PC 200-7

klinik alat berat

Untuk pengguna Excavator Komatsu PC200-7,tentu sudah tidak asing lagi dengan error code yang sering muncul di monitor panel unit tersebut,terutama jika pada bagian electrical system-nya mengalami masalah.Awalnya di monitor panel hanya muncul " User Code " saja ( misal E02 atau E03 ),namun dari user code inilah mekanik bisa menelusuri kerusakan yang sebenarnya sedang terjadi pada unit tersebut.


Namun kendala yang sering terjadi dilapangan adalah,tidak semua mekanik yang menangani unit tersebut bisa dan mengerti bagaimana cara memunculkan petunjuk selanjutnya ( dalam hal ini adalah cara memunculkan " Service Code " ).Walaupun kadang si mekanik sudah dilengkapi dengan Shop Manual,namun karena ada kendala dengan Bahasa ( umumnya Shop Manual masih dalam bahasa Inggris ) kadang tetap saja tidak si mekanik tidak bisa memunculkan service code-nya.Akhirnya saat melakukan troubleshooting dilapangan,lebih banyak dengan cara menebak-nebak atau main tembak langsung saja.Padahal jika si Mekanik tahu cara memunculkan Service Code tersebut,maka mekanik akan lebih mudah melakukan perbaikan,karena dengan service code yang muncul tadi,si mekanik sudah diberikan guidance oleh factory mengenai cara penanganan problem yang sedang terjadi.


Berikut ini sedikit saya jelaskan mengenai cara menggunakan Special Function di Monitor Panel PC200-7 ataupun PC400LC-7 ,terutama yang menggunakan monitor panel tipe 7 Segment,yaitu :

Cara Menampilkan Kode Special Function :
Tekan buzzer cancel switch yang ada disamping kanan operator + auto decell switch syang ada di monitor panel secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
Tekan buzzer cancel switch + working mode selector ( UP ) switch / ( DOWN ) switch secara bersamaan untuk memeilih special function code yang diinginkan ( dari code 01-07 , 15-16 ).
Setelah special function yang diinginkan sudah dipilih,kemudian tekansetting switch.

Dibawah ini adalah kode-kode special function :

01 = Service Mode
02 = Monitoring Mode
03 = Governor Motor Adjustment Mode ( G SET )
04 = Oil Maintenance Setting Mode
05 = Working Mode Default Setting Mode ( d SET )
06 = Attachment Setting Mode ( 1 SET )
07 = ( 2 SET ) 
15 = ( 15 SET )
16 = ( 16 SET )

Cara menampilkan special function code 01 ( Service Code Display ) :

Tekan buzzer cancel switch+auto decel switch secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
Setelah special function code 01 terpilih,kemudian tekan setting switch,maka monitor panel akan langsung menampilkan error code ( service code ) berikut dengan jam terjadinya error tersebut.Contoh E213 , 4h ( service code 213 muncul 4 jam yang lalu ).
Untuk menampilkan error code yang lain, tekan buzzer cancel switch + working mode selector (UP) switch atau (DOWN) switch.
Untuk menghapus error code dari memory,tekan buzzer cancel switch dan tahan,kemudian putar starting key ke posisi OFF,kemudian putar lagi starting key ke posisi ON dengan tetap menekan buzzer cancel switch selama 5 detik.
Untuk mengembalikan ke normal display,tekan buzzer cancel switch +auto decel switch selama 2,5 detik.

Catatan :
Jika jumlah error code yang tersimpan dalam memory lebih dari 20 error code ,maka error code yang paling lama tersimpan akan dihapus dan digantikan oleh error code yang baru.

Dibawah ini adalah beberapa user code yang ada di monitor panel PC200-7 ( dan PC400LC-7 ),biasanyacode dibawah ini akan muncul secara otomatis bila ada problem yang muncul pada sistem electrical di unit.

User Code :

E02 = PC-EPC System
E03 = Swing Holding Brake System
E05 = Governor Motor System
E06 = Boom Raise End Stroke Throttle EPC System

User code diatas akan tampil secara otomatis apabila terjadi problem pada setiap system diatas.

service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641