Showing posts with label elektrik. Show all posts
Showing posts with label elektrik. Show all posts

Monday, July 1, 2019

KODE EROR PADA SK200-8

klinik alat berat

Di artikel ini saya akan menjelaskan tentang kode error yang muncul di monitor kobelco sk200-8, dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Error code di bagian engine system :
  • P2228 - Sensor tekanan atsmosphere rusak (LO).
  • P2229 - Sensor tekanan atsmosphere rusak (HI).
  • P0192 - Sensor tekanan common rail rusak (LO).
  • P0193 - Sensor tekanan common rail rusak (HI).
  • P0191 - Sensor tekanan common rail rusak.
  • P0237 - Sensor boost rusak (LO).
  • P0108 - Sensor boost rusak ( HI).
  • P0117 - Sensor air temperature rusak (LO).
  • P0118 - Sensor air temperature rusak (HI).
  • P0182 - Sensor temperature bahan bakar rusak (LO).
  • P0183 - Sensor temperature bahan bakar rusak (HI).
  • P0335 - System main sensor kecepatan rusak, mesin tidak bisa hidup.
  • P0340 - System cadangan sensor kecepatan rusak, mesin tidak bisa hidup.
  • P2120 - System dual thorttle rusak, kecepatan mesin turun ke idle di 800 rpm.
  • P2121 - Tegangan/voltage sensor thorttle tidak normal.
  • P2122 - Sensor thorttle rusak (LO).
  • P2123 - Sensor thorttle rusak (HI).
  • P2126 - Sensor thorttle 2 voltage tidak normal.
  • P2127 - Sensor thorttle 2 rusak (LO).
  • P2128 - Sensor thorttle 2 rusak (HI).

Error code di bagian switch, relay dan system :

  • P0540 - Preheat device rusak ( open circuit / short to body ).
  • P0617 - Switch starter rusak.
  • P0686 - Main relay rusak.

Error code di bagian fuel pump system :

  • P0629 - Solenoid suplai bahan bakar sirkuit mengalami kerusakan C+B short sirkuit, mesin tidak dapat hidup.
  • P0628 - Solenoid pompa bahan bakar sirkuit rusak, output menurun.
  • P2635 - Historikal ketidak normalan tekanan pompa bahan bakar.
  • P2635 - Solenoid pompa bahan bakar macet.
  • P0088 - Tekanan rail tidak normal, output menurun, fuel injection system rusak.
  • P1211 - Solenoid injector rusak, (GND short circuit, output rendah ON/OFF cylinder (1,4).
  • P1214 - Injector solenoid valve drive system 2 rusak (GND short circuit).
  • P1212 - Injector rail a solenoid valve drive system failure (+ short circuit B / open circuit).
  • P1215 - Injector solenoid valve drive system common rail 2 failures (+ short circuit - circuit B / open circuit), output on/off rendah operasi silinder (2x,3x).
  • P1601 - Multi-point fuel injector correction exceptions, output decline.
  • P0201 - Injector solenoid valve circuit breaker, output drops on/off cylinder operation)
  • P0202 - Solenoid injector 2 circuit breaker, output drops on/off cylinder operation two times.
  • P0203 - Solenoid injector 3 circuit breaker, output drops on/off cylinder operation three times.
  • P0204 - Solenoid injector 4 circuit breaker, output drops on/off cylinder operation four times.
  • P0263 - Cylinder correction Fault 1.
  • P0266 - Cylinder correction Fault 2.
  • P0269 - Cylinder correction Fault 3.
  • P0272 - Cylinder correction Fault 4.
EGR system : 

  • P0489 - EGR valve is a linear solenoid valve malfunction short ke body.
  • P0490 - EGR valve is a linear solenoid valve malfunction, short ke batterai.
  • P0404 - EGR valve is stuck in a output drop.
  • P0405 - EGR valve is a safety sensor rusak (LO).
  • P0406 - EGR valve is a safety sensor rusak (HI).
Turbine system fault code :

  • P0234 - Turbo terlalu besar, output turun.
Engine system (state judge) fault code :

  • P0217 - Over heating output declined.
  • P0219 - The engine coaster communication : U1001, CAN communication interruption (vehicle).
ECU system :

  • P0611 - ECU poor charging circuit (LO), the output decline.
  • P0200 - ECU poor charging circuit (HI).
  • P0605 - ROM exception.
  • P0606 - CPU failure, the engine will not start the stopped.
  • P0607 - CPU monitoring IC exception , output decline.
Hydraulic system fault codes :

  • A015 - Engine adjustment (A adjustment) in not adjusted yet or is failed.
  • A025 - Pump propo, valve adjustment (B adjustment) in not adjusted yet or is failed.
  • A035 - Unload valve adjustmen (C adjustment) in not adjusted yet or is failed.
  • A215 - Written data of ROM adjustment data is inccorect.
  • A225 - Writting of ROM adjustment data is incorrect.
  • A235 - Writting data of ROM hour meter data is inccorect.
  • A245 - Writting of ROM hour meter data is inccorect.
  • A255 - Writting of proportional valve adjustment data is incorrect.
  • B012 - Kesalahan output di sensor tekanan boom naik.
  • B013 - Disconnection di sensor tekanan boom naik.
  • B014 - Short circuit di sensor tekanan boom naik.
  • B022 - Kesalahan outup pada sensor tekanan boom turun.
  • B023 - Disconnection pada sensor tekanan boom turun.
  • B024 - Short circuit pada sensor tekanan boom turun.
  • B032 - Kesalahan output pada sensor tekanan arm keluar.
  • B033 - Disconnection pada sensor tekanan arm keluar.
  • B034 - Short circuit pada sensor tekanan arm keluar.
  • B042 - Kesalahan output pada sensor tekanan arm masuk.
  • B043 - Disconnection pada sensor tekanan arm masuk.
  • B044 - Short circuit pada sensor tekanan arm masuk.
  • B052 - Kesalahan output pada sensor tekanan bucket masuk.
  • B053 - Disconnection pada sensor tekanan bucket masuk.
  • B054 - Short circuit pada sensor tekanan bucket masuk.
  • B062 - Kesalahan output pada sensor tekanan bucket keluar.
  • B063 - Disconnection pada sensor tekanan bucket keluar.
  • B064 - Short circuit pada sensor tekaanan bucket keluar.
  • B072 - Kesalahan output pada sensor tekanan swing.
  • B073 - Disconnection pada sensor tekanan swing.
  • B074 - Short circuit pada sensor tekanan swing.
  • B092 - Kesalahan output pada sensor tekanan travel kanan.
  • B093 - Disconnection pada sensor tekanan travel kanan.
  • B094 - Short circuit pada sensor tekanan travel kanan.
  • B102 - Kesalahan output pada sensor tekanan travel kiri.
  • B103 - Disconnection pada sensor tekanan travel kiri.
  • B104 - Short circuit pada sensor tekanan travel kiri.
  • B113 - Disconnection pada sensor optional selector positioning.
  • B114 - Short circuit pada sensor optional selector positioning.
  • B162 - Kesalahan output pada sensor tekanan sisi P1 optional.
  • B163 - Disconnection pada sensor tekanan sisi P1 optional.
  • B164 - Short circuit pada sensor tekanan sisi P1 optional.
  • B172 - Kesalahan pada sensor teakana sisi P2 optional.
  • B173 - Disconnection pada sensor tekanan sisi P2 optional.
  • B174 - Short circuit pada sensor tekanan sisi P2 optional.
  • C012 - Kesalahan output pada sensor tekanan pompa P1.
  • C013 - Disconnction pada sensor tekanan pompa P1.
  • C014 - Short circuit pada sensor tekanan pompa P1.
  • C022 - Kesalahan output pada sensor tekanan pompa P2.
  • C023 - Disconnection pada sensor tekanan pompa P2.
  • C024 - Short circuit pada sensor tekanan pompa P2.
  • C033 - Disconnection pada sensor tekanan boom head.
  • C034 - Short circuit pada sensor tekanan boom head.
  • C043 - Disconnection pada sensor tekanan boom rod.
  • C044 - Short circuit pada sensor tekanan boom rod.
  • D012 - Kerusakan output transistor ON pada P1 unload proportional valve.
  • D013 - Disconnection pada P1 unload proportional valve.
  • D022 - Kerusakan output transistor ON pada P2 unload proportional valve.
  • D023 - Disconnection pada P2 unload proportional valve.
  • D032 - Kerusakan outout transistor ON pada travel straight proportional valve.
  • D033 - Disconnection pada travel straight proportional valve.
  • D062 - Kerusakan output transistor ON pada arm masuk high speed proportional valve.
  • D063 - Disconnection pada arm masuk high speed proportional valve.
  • E012 - Kerusakan output transistor ON pada P1 pump proportional valve.
  • E013 - Disconnection pada P1 pump proportional valve.
  • E022 - Kerusakan pada output transistor ON pada P2 pump proportional valve.
  • E023 - Disconneciton pada P2 pump proportional valve.
  • F011 - Kerusakan output transistor OFF dan GND short pada attachment boost solenoid valve.
  • F013 - Kerusakan output transistor ON dan disconnection pada attachment boost SOL valve.
  • F021 - Kerusakan output transistor OFF dan GND short pada swing parking solenoid valve.
  • F023 - Kerusakan output transistor ON dan disconnection pada swing parking SOL valve.
  • F031 - Kerusakan output transistor OFF dan GND short pada travel 1-2 speed SOL valve.
  • F033 - Kerusakan output transistor ON dan disconnection pada travel 1-2 speed SOL valve.
  • F041 - Kerusakan output transistor OFF dan GND short pada optional selector SOL valve.
  • F043 - Kerusakan output transistor ON dan disconnection pada optional selector SOL valve.
  • G032 - Overrun of speed sensor of direct input Mecha-controller.
  • G033 - Disconnection pada sensor speed input Mecha-controller.
  • G042 - Overun of speed sensor direct input Mecha-controller dan received data dari E/G controller.
  • G043 - Disconnection pada speed sensor direct input Mecha-controller dan penerimaan data dari E/G controller.
  • H013 - Disconnection pada potensio acceleration.
  • H014 - Power short pada potensio acceleration.
  • H023 - Disconnection pada potensio boom angle.
  • H023 - Power short pada potensio boom angle.
  • H033 - Disconnection pada potensio arm angle.
  • H034 - Power short pada potensio arm angle.
  • H091 - Kerusakan GND short circuit pada sensor fuel.
  • H093 - Disconnection fuel sensor.
  • I111 - Penerimaan error pada CAN1 communication (passive error).
  • I113 - Penerimaan error pada CAN1 communication (time out).
  • I313 - Penerimaan error pada cluster communication (time out error).
  • K014 - Adhesion of battery relay terminal.
  • R014 - Kerusakan pada arc prevention relay of wiper motor.
  • R024 - Kerusakan pada normal rotation relay of wiper motor.
  • R034 - Kerusakan pada reverse rotation relay of wiper motor.
  • R044 - Kerusakan pada washer motor relay.
  • R134 - Kerusakan pada swing flasher relay.
  • R144 - Kerusakan pada swing flasher relay.
  • R154 - Kerusakan pada travel alarm relay.
  • R164 - Kerusakan pada auto idling stop relay 2.
  • R174 - Kerusakan pada engine arcible stop relay.
  • R184 - Kerusakan lever lock relay.
  • R214 - Kerusakan pada safety relay.
SEMOGA BISA MEMBANTU SEDIKIT PEMAHAMAN TENTANG EROR PADA EXCAVATOR SK200

Wednesday, January 30, 2019

Cara Menampilkan Service Menu pada excavator PC 200-7

klinik alat berat

Untuk pengguna Excavator Komatsu PC200-7,tentu sudah tidak asing lagi dengan error code yang sering muncul di monitor panel unit tersebut,terutama jika pada bagian electrical system-nya mengalami masalah.Awalnya di monitor panel hanya muncul " User Code " saja ( misal E02 atau E03 ),namun dari user code inilah mekanik bisa menelusuri kerusakan yang sebenarnya sedang terjadi pada unit tersebut.


Namun kendala yang sering terjadi dilapangan adalah,tidak semua mekanik yang menangani unit tersebut bisa dan mengerti bagaimana cara memunculkan petunjuk selanjutnya ( dalam hal ini adalah cara memunculkan " Service Code " ).Walaupun kadang si mekanik sudah dilengkapi dengan Shop Manual,namun karena ada kendala dengan Bahasa ( umumnya Shop Manual masih dalam bahasa Inggris ) kadang tetap saja tidak si mekanik tidak bisa memunculkan service code-nya.Akhirnya saat melakukan troubleshooting dilapangan,lebih banyak dengan cara menebak-nebak atau main tembak langsung saja.Padahal jika si Mekanik tahu cara memunculkan Service Code tersebut,maka mekanik akan lebih mudah melakukan perbaikan,karena dengan service code yang muncul tadi,si mekanik sudah diberikan guidance oleh factory mengenai cara penanganan problem yang sedang terjadi.


Berikut ini sedikit saya jelaskan mengenai cara menggunakan Special Function di Monitor Panel PC200-7 ataupun PC400LC-7 ,terutama yang menggunakan monitor panel tipe 7 Segment,yaitu :

Cara Menampilkan Kode Special Function :
Tekan buzzer cancel switch yang ada disamping kanan operator + auto decell switch syang ada di monitor panel secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
Tekan buzzer cancel switch + working mode selector ( UP ) switch / ( DOWN ) switch secara bersamaan untuk memeilih special function code yang diinginkan ( dari code 01-07 , 15-16 ).
Setelah special function yang diinginkan sudah dipilih,kemudian tekansetting switch.

Dibawah ini adalah kode-kode special function :

01 = Service Mode
02 = Monitoring Mode
03 = Governor Motor Adjustment Mode ( G SET )
04 = Oil Maintenance Setting Mode
05 = Working Mode Default Setting Mode ( d SET )
06 = Attachment Setting Mode ( 1 SET )
07 = ( 2 SET ) 
15 = ( 15 SET )
16 = ( 16 SET )

Cara menampilkan special function code 01 ( Service Code Display ) :

Tekan buzzer cancel switch+auto decel switch secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
Setelah special function code 01 terpilih,kemudian tekan setting switch,maka monitor panel akan langsung menampilkan error code ( service code ) berikut dengan jam terjadinya error tersebut.Contoh E213 , 4h ( service code 213 muncul 4 jam yang lalu ).
Untuk menampilkan error code yang lain, tekan buzzer cancel switch + working mode selector (UP) switch atau (DOWN) switch.
Untuk menghapus error code dari memory,tekan buzzer cancel switch dan tahan,kemudian putar starting key ke posisi OFF,kemudian putar lagi starting key ke posisi ON dengan tetap menekan buzzer cancel switch selama 5 detik.
Untuk mengembalikan ke normal display,tekan buzzer cancel switch +auto decel switch selama 2,5 detik.

Catatan :
Jika jumlah error code yang tersimpan dalam memory lebih dari 20 error code ,maka error code yang paling lama tersimpan akan dihapus dan digantikan oleh error code yang baru.

Dibawah ini adalah beberapa user code yang ada di monitor panel PC200-7 ( dan PC400LC-7 ),biasanyacode dibawah ini akan muncul secara otomatis bila ada problem yang muncul pada sistem electrical di unit.

User Code :

E02 = PC-EPC System
E03 = Swing Holding Brake System
E05 = Governor Motor System
E06 = Boom Raise End Stroke Throttle EPC System

User code diatas akan tampil secara otomatis apabila terjadi problem pada setiap system diatas.

service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641

Monday, December 3, 2018

Tahukah anda mechatronic

klinik alat berat
Istilah mechatronic berasal dari gabungan kata :
“ Mechanism “ dan Electronic “
( Mechanism ) + ( Electronics )
Mecha + tronics
Mechatronics
Jadi mechatronics dapat didefinisikan sebagai suatu konsep baru dalam
teknologi untuk meningkatkan hubungan organik antara teknik mesin dan teknik
listrik. Suatu sistem mechatronics terdiri dari :
1. Sensor.
2. Controller.
3. Actuator.
4. Indicator.
5. Wiring Harness.

TUJUAN PENGGUNAAN MECHATRONICS.
1. Meningkatkan Kemampuan Gerak.
Dengan pengontyrolan operasi secara mudah atau otomatis, oerator yang
barupun dapat mendapatkan hasil produksi yang sama dengan operator
pengalaman.
2. Mengurangi Biaya Operasi.
Pengontrolan operasi alat optimal akan meningkatkan effisiensi kerja
pengontrolan otomatis dapat mempersingkat waktu operasi persiklus,
meningkatkan effisiensi perbaikan dan perawatan, sehingga hasilnya biaya
operasi dapat ditekan.
3. Meningkatkan Fkator Keselamatan.
Pekerjaan dapat dilakukan dengan aman pada kondisi kerja yang kurang baik
atau lingkungan kerja yang tidak baik ( contoh : pekerjaan yang dilakukan
didasar laut atau pekerjaan yang dilakukan di daerah panas ).
4. Menghemat Energi.
Karena pengontrolan mesin dilakukan secara lektronik, dari pengontrolan
pembebanan yang optimal dari power train maupun pompa, setrta kombinasi
keduanya dapat menghemat energi yang dikeluarkan mesin.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN MECHATRONICS.
Dengan menggunakan mechatronics, maka akan didapat keuntungan -
keuntungan :
1. Produksi yang didapat lebih banyak ( high produktivity ).
2. Pemakaian bahan bakar tidak boros ( fuel economy ).
3. Pengoperasian mudah dan menyenangkan ( pleasant operation dan operator
comfort ).


Sunday, November 25, 2018

Tabel kode eror pada komatsu pc 200-6

klinik alat berat







Selengkapnya tentang permasalahan error pada unit komatsu excavator atau berminat mendapatkan buku2 manual lengkap bisa langsung email di service.sparepart.alatberat@gmail.com

excavator / buldozzer / dumptruck / motor grader / forklift / crane dll
General overhoul, Periodik service, Remanufacturing, Trouble shooting, Fabrikasi, part 

Licensi

sertifikasi mekanik, std klinik tool, std manual book , std work sheet, safety first

Warranty

agreement temporary


konsultasi langsung di 
081283011641   

kode konektor kabel pada excavator komatsu pc200-6

klinik alat berat
Selengkapnya tentang permasalahan error pada unit komatsu excavator atau berminat mendapatkan buku2 manual lengkap bisa email di service.sparepart.alatberat@gmail.com

excavator / buldozzer / dumptruck / motor grader / forklift / crane dll
General overhoul, Periodik service, Remanufacturing, Trouble shooting, Fabrikasi, part 

LAYANAN KAMI :





Friday, April 20, 2018

GUNAKAN UKURAN FUSE YANG TEPAT

klinik alat berat
Ukuran Fuse 
Sebelum menentukan ukuran fuse,syarat pertama yang harus diketahui adalah ukuran daya (Watt) dari beban yang akan dipasang Jika sudah diketahui daya yang akan dipasang kemudian dilanjutkan dengan mencari arus yang akan diserap oleh beban menggunakan metode Power Triangle.

Metode Power Triangle ini menunjukkan bagaimana hubungan antara power(W),voltage(U),dan current(I).Caranya adalah dengan menutupi unit yang akan dicari menggunakan jari.maka ukuran fuse (rated current) harus dua kali dari arus yang akan melewatinya pada saat operasi normal.Titik putus (Breakpoint) suatu fuse akan terjadi apabila arus yang melewatinya 35% lebih besar daripada rated current.
Breakpoint inilah yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan ukuran kabel yang akan digunakan. 

Fuse breakpoint (Ampere) = 1,35 x rated current (Ampere) 

Contoh: Beban yang akan dipasang pada suatu unit adalah 260 W, maka: 
1. Beban yang digunakan 260 W, maka arus yang akan diserap adalah: 260 W/24 V = 10,8 A 
2. Ukuran dari fuse adalah (rated current): 10,8 A x 2 = 21,6 A 
3. Maka ukuran fuse adalah 25 A (ukuran fuse diambil satu tingkat diatas rated current) 

Ukuran kabel 
Ukuran kabel yang digunakan dalam perhitungan ini adalah ukuran Sectional Area dari suatu kabel. Sectional area adalah luasan dari konduktor yang ada pada kabel apabila kabel dipotong dan dilihat dari depan yang mempunyai satuan milimeter persegi (mm2). 

sectional area 
Menentukan ukuran sectional area dari kabel ditentukan oleh beberapa hal, yaitu: 
1. Fuse breakpoint, 
2. Panjang kabel dalam satuan meter (mulai dari sumber tegangan hingga bertemu dengan earthing point), 
3. Drop tegangan yang diijinkan, 
4. Panas yang timbul pada kabel 

Pada penentuan ukuran sectional area ini digunakan Nomogram 24 V dengan memperhatikan ukuran fuse (skala sebelah kiri) dan panjang kabel dalam meter (skala sebelah kanan). 

Ukuran sectional area pada suatu kabel akan ditemukan secara tepat dengan mengambil nilai dari skala dengan memperhatikan kepada 5% drop tegangan pada kabel (2,5% drop tegangan pada sirkuit alternator) atau panas yang timbul pada kabel (oC). Pilih ukuran sectional area yang paling besar diantara keduanya. 

Urutan kerjanya adalah sebagai berikut: 
1. Hitung ukuran dari fuse (A) 
2. Ukur panjang kabel yang digunakan (m) 
3. Masukkan ukuran pada nomogram, tarik garis dan baca hasilnya. 

Contoh: Beban yang akan dipasang sebesar 260 W dan panjang kabel adalah 4 meter.Dari perhitungan sebelumnya didapatkan ukuran fuse adalah 25 A, maka: 

1. Ukuran fuse: 25 A x 1,35 = 33,75 A 
2. Panjang kabel: 4 m 
3. Gambarlah sebuah garis pada titik 34A di skala sebelah kiri kearah kanan menuju skala sebelah kanan pada titik 4 m. Garis ini akan memotong skala oC dan mm2. Untuk skala oC, ukuran sectional area yang dibutuhkan adalah 2,5 mm2.Untuk skala mm2, ukuran sectional area yang dibutuhkan adalah 4,0 mm2.. Diantara dua pilihan tersebut, pilihlah yang paling besar ukuran sectional area-nya. 

Kesimpulannya adalah untuk beban yang dipasang dengan daya 260 W, tegangan sebesar 24 V,fuse yang dipasang adalah 25A dan kabel yang digunakan untuk jarak 4 m adalah kabel yang mempunyai ukuran sectional area sebesar 4,0 mm2.

Sunday, September 10, 2017

MENGETAHUI KODE MONITOR PANER PC 200-7

klinik alat berat
Untuk pengguna Excavator Komatsu PC200-7,tentu sudah tidak asing lagi dengan error code yang sering muncul di monitor panel unit tersebut,terutama jika pada bagian electrical system-nya mengalami masalah.Awalnya di monitor panel hanya muncul " User Code " saja ( misal E02 atau E03 ),namun dari user code inilah mekanik bisa menelusuri kerusakan yang sebenarnya sedang terjadi pada unit tersebut.

Namun kendala yang sering terjadi dilapangan adalah,tidak semua mekanik yang menangani unit tersebut bisa dan mengerti bagaimana cara memunculkan petunjuk selanjutnya ( dalam hal ini adalah cara memunculkan " Service Code " ).Walaupun kadang si mekanik sudah dilengkapi dengan Shop Manual,namun karena ada kendala dengan Bahasa ( umumnya Shop Manual masih dalam bahasa Inggris ) kadang tetap saja tidak si mekanik tidak bisa memunculkan service code-nya.Akhirnya saat melakukan troubleshooting dilapangan,lebih banyak dengan cara menebak-nebak atau main tembak langsung saja.Padahal jika si Mekanik tahu cara memunculkan Service Code tersebut,maka mekanik akan lebih mudah melakukan perbaikan,karena dengan service code yang muncul tadi,si mekanik sudah diberikan guidance oleh factory mengenai cara penanganan problem yang sedang terjadi. 


Berikut ini sedikit saya jelaskan mengenai cara menggunakan Special Function di Monitor Panel PC200-7 ataupun PC400LC-7 ,terutama yang menggunakan monitor panel tipe 7 Segment,yaitu :

Cara Menampilkan Kode Special Function :

Tekan buzzer cancel switch yang ada disamping kanan operator + auto decell switch syang ada di monitor panel secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
Tekan buzzer cancel switch + working mode selector ( UP ) switch / ( DOWN ) switch secara bersamaan untuk memeilih special function code yang diinginkan ( dari code 01-07 , 15-16 ).
Setelah special function yang diinginkan sudah dipilih,kemudian tekan setting switch.

Dibawah ini adalah kode-kode special function :

01 = Service Mode
02 = Monitoring Mode
03 = Governor Motor Adjustment Mode ( G SET )
04 = Oil Maintenance Setting Mode
05 = Working Mode Default Setting Mode ( d SET )
06 = Attachment Setting Mode ( 1 SET )
07 = ( 2 SET )
15 = ( 15 SET )
16 = ( 16 SET )

Cara menampilkan special function code 01 ( Service Code Display ) :

Tekan buzzer cancel switch+auto decel switch secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
Setelah special function code 01 terpilih,kemudian tekan setting switch,maka monitor panel akan langsung menampilkan error code ( service code ) berikut dengan jam terjadinya error tersebut.Contoh E213 , 4h ( service code 213 muncul 4 jam yang lalu ).

Untuk menampilkan error code yang lain, tekan buzzer cancel switch + working mode selector (UP) switch atau (DOWN) switch.
Untuk menghapus error code dari memory,tekan buzzer cancel switch dan tahan,kemudian putar starting key ke posisi OFF,kemudian putar lagi starting key ke posisi ON dengan tetap menekan buzzer cancel switch selama 5 detik.
Untuk mengembalikan ke normal display,tekan buzzer cancel switch +auto decel switch selama 2,5 detik.

Catatan :
Jika jumlah error code yang tersimpan dalam memory lebih dari 20 error code ,maka error code yang paling lama tersimpan akan dihapus dan digantikan oleh error code yang baru.

Dibawah ini adalah beberapa user code yang ada di monitor panel PC200-7 ( dan PC400LC-7 ),biasanyacode dibawah ini akan muncul secara otomatis bila ada problem yang muncul pada sistem electrical di unit.

User Code :

E02 = PC-EPC System
E03 = Swing Holding Brake System
E05 = Governor Motor System
E06 = Boom Raise End Stroke Throttle EPC System
User code diatas akan tampil secara otomatis apabila terjadi problem pada setiap system diatas.

⤋⤋⤋