Wednesday, September 18, 2019

hydrolix circuit pada swing excavator

klinik alat berat
1. Swing right

Oli yang dialirkan ke swing hidrolik sirkuit hanya dari pompa kiri (28). Oli dari pompa kiri (28) mengalir melalui parallel feeder passage (13) di main control valve (14), load check valve (12), passage (17), swing control valve (18), passage (16), line (9) ke swing motor (5) untuk berputar ke arah kanan (clockwise direction). Oil retrun dari swing motor (5) mengalir ke line (10), retrun passage (11), retrun line (8), slow retrun check valve (33) ke hidrolik tank.

2. Swing left

Swing left beroperasi sama seperti saat swing right beroperasi. Oli dari pompa kiri (28) mengalir melalui parallel feeder passage (13), passage (17) dan line (10) ke swing motor (5) untuk berputar ke arah kiri (counterclockwise direction). Oil retrun dari swing motor (5) mengalir ke line (9), retrun passage (11), retrun line (8) dan slow retrun check valve (33) ke hidrolik tank.





HEAVY EQUIPMENT SERVICE & PART ( layanan service alat berat dan penjualan suku cadang ) komatsu , cat , hyundai, hitachi, kobelco, volvo , forklift , genset dll 081283011641

hydrolix circuit pada bucket excavator

klinik alat berat
  1. Bucket Close/Open

Oli yang dialirkan di bucket hidrolik sirkuit hanya dari pompa kanan (22). Oli dari pompa kanan (22) dialirkan melalui parallel feeder passage (16) di main control valve (5), load check valve (12), ke bucket control valve (9) dan lane (3) lalu ke head end bucket cylinder (4). Oil retrun dari rod end bucket cylinder mengalir melalui line (2), orifice (11) di bucket conterol valve (9), retrun passage (17) dan retrun line (6) lalu ke hidrolik tank. 2. Bucket open Bucket open beroperasi sama seperti saat bucket close beroperasi. Oli dari pompa kanan (22) mengalir ke parallel feeder passage (16), load check valve (12), ke bucket control valve (9) dan lane (3) lalu ke head end bucket cylinder (4). Oil retrun dari head end bukcet (4) mengalir melalui line (3), retrun passage (17), retrun line (6) lalu ke hidrolik tank.


⇒baca juga tentang circuit hydrolix pada swing


HEAVY EQUIPMENT SERVICE & PART ( layanan service alat berat dan penjualan suku cadang ) komatsu , cat , hyundai, hitachi, kobelco, volvo , forklift , genset dll 081283011641

mengulas kembali tentang dasar hydrolix system

klinik alat berat
Prinsip Dasar Sistem Hidrolik

Hukum yang menjadi dasar prinsip sistem hidrolik adalah hukum pascal, dalam sebuah ruangan tertutup, tekanan yang bekerja pada fluida akan merambat merata kesemua arah besarnya tekanan dalam fluida adalah gaya (F) dibagi dengan luas bidang tekannya (A). Tekanan pada suatu titik akan bekerja ke segala arah dan sama besar.



Minyak Hidrolik

Minyak hidrolik dalam suatu sistem hidrolik merupakan media untuk mentransmisikan kerja dari suatu tempat ke tempat lain. Disamping itu dalam penggunaannya minyak hidrolik harus mampu berfungsi  :
  • Melumasi bagian-bagian yang bergerak dalam pompa dan motor hidrolik.
  • Mempunyai sifat pelumasan yang baik dan menyerap kalor akibat tekanan.
  • Mempunyai ketahanan tinggi terhadap putusnya lapisan film minyak.
  • Sedapat mungkin viskositas tidak boleh tergantung pada temperatur.
Sirkuit Hidrolik Excavator

Sistem hidrolik pada Excavator digunakan untuk mengendalikan pengendalian Boom Raise/Lower, Stik out/in, Bucket close/open, Swing Right/left, atau kombinasi dari gerakan-gerakan di atas. Sistem tenaga hidrolik ini dikontrol oleh main control valve, yang terdiri dari beberapa katup directional control valve (DCV). Sistem hidrolik digerakan oleh dua buah variable pump dengan jenis pompa piston (Axial piston pump) dimana pompa ini menyalurkan tenaga dari engine pada excavator.



Sistem Hidrolik Excavator

Berdasarkan fungsinya sistem hidrolik pada excavator dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu :


1. Hidrolik silinder
   Hidrolik silinder yang merupakan work tool untuk melakukan kerja yang terdiri dari tiga jenis,      yaitu :


· Boom silinder.
· Stick silinder.
· Bucket silinder.

2. Swing motor dan drive
Oli hidrolik yang dikontrol oleh control valve memungkinkan swing drive dan motor berkerjasama memutar excavator.

3. Trevel motor dan final drive

Oli hidrolik yang dikontrol oleh control valve dan swivel joint memungkinkan trevel motor dan fianl drive menggerakan excavator maju dan mundur.


1. Boom raise
Oli dari pompa kanan (28) dialirkan melalui parallel feeder passage (17) di main control valve (11) ke boom I control valve (19), check valve (14), ke shift valve (4) di boom drift reduction valve (5) dan keluar melalui line (3) ke head end boom cylinder (1). Oli dari pompa kiri (27) melalui parallel feeder passage (8) di main control valve (11) ke boom II control valve (16), check valve (13), port (15), line (10) dan ke boom drift reduction valve (5). Dimana akan terjadi combonasi aliran oli dari pompa kiri dan kanan pada through passage (12) dan line (3) ke head end boom cylinders (1). Oil return dari rod end boom cylinders (1) mengalir melalui laine (2) ke boom I control valve (19), retrun passage (18), retrun passage (9) dan retrun line (6) dan ke hidrolik tank.



2. Boom lower
Sebelum boom lower beroperasi, oli yang dialirkan hanya dari pompa kanan (28). Oli dari pompa kanan (28) akan melalui parallel feeder passage (17) ke boom I control valve (19), check valve (14), dan diteruskan lane (2) ke rod end boom cylinders (1). Oil retrun dari head end boom cylinders (1) diteruskan laine (3) ke boom drift reduction valve (5). Valve (48) bergeser karena tekanan oli pilot dari pilot line (53) dan membuka drain line (50). Oil retrun di line (3) masuk saluran (51) dan boom regenetation valve (41) sehingga oil retrun menyuplai ke rod end boom cylinders (1) melalui line (2).
Stick Sirkuit hidrolik
  1. stick out
Oli dari pompa kanan (29) dialirkan melalui parallel feeder passage (12) di main control valve (6), check valve (16), ke stick II control valve (13) dan line (7). Oli dari pompa kanan (29) juga mengalir melalui parallel feeder passage (22), check valve (19) ke stick II control valve (13) dan ke line (7). Jadi semua oli dari pompa kanan (29) mengalir di line (7) ke stick reduction valve (5) lalu ke rod end stick cylinder (1). Oli dari pompa kiri (28) dialirkan melalui center bypass passage (18) di main control valve (6), load check valve (15), passage (17) ke stick I control valve (21) dan passage (8) lalu masuk ke valve (4) di stick drift reduction valve

(5), line (3) ke rod end stick cylinder (1). Oil retrun dari head end stick cylinder mengalir melalui line (2) dan retrun passage (9) ke stick I control valve (21) lalu mengalir melalui retrun passage (10) dan retrun line (23) dan ke hidrolik tank.



2. Stick in

Oli dari pompa kiri (28) akan mengalir di center bypass passage (18), check valve (15), melewati stick I control valve (21) dan passage (9) ke line (2) lalu ke head end stick cylinder (1). Oli dari pompa kanan (29) di center bypas passage (12) akan mengalir melewati check valve (16), stick II control valve (13) dan ke line (42). Oli dari pompa kanan (28) juga mengalir melalui parallel feeder passage (22), check valve (19), stick II control valve (13) dan ke line (42). Jadi semua oli dari pompa kanan (28) mengalir di line (42) ke line (2) lalu ke head end stick cylinder (1). Oil retrun dari road end stick cylinder mengalir melalui line (3) ke stick drift reduction valve (5). Valve (4) di stick drift reduction valve mengalirkan oli ke passage (43), retrun passage (10) dan retrun line (23) lalu ke hidrolik tank.


baca juga tentan  ⇒   sirkuit bucket pada excavator


HEAVY EQUIPMENT SERVICE & PART ( layanan service alat berat dan penjualan suku cadang ) komatsu , cat , hyundai, hitachi, kobelco, volvo , forklift , genset dll 081283011641

Tuesday, September 10, 2019

TESTING COMPRESSION PRESSURE ENGINE SAA6D114E-3

klinik alat berat
Saat mengukur tekanan kompresi, berhati-hatilah untuk tidak membakar diri Anda pada exhaust manifold, muffler, dll. atau dapatkan tertangkap di bagian yang berputar. a Mengukur tekanan kompresi setelah mesin dihangatkan. (Temperatur oli engine: 40 - 60 ° C).


1. Disconnect breather tube (1) and blow-by tube  (2), and remove cylinder head cover (3).
2. Disconnect injector harness connectors (4) (at 6 places) and move the harnesses.

3. Disconnect fuel high-pressure tube (5).
4. Loosen injector terminal nut (6) and remove
the terminal from the injector.

5. Move the cylinder to be tested to the compression
top dead center.
a See “Adjusting valve clearance”.









6. Remove rocker arm assembly (7).

7. Remove retainer (8) and disconnect fuel inlet
connector (9).

8. Remove holder (10).

9. Remove injector (11).
a Remove the injector using puller D1 and
the impact of slide hammer.
a Do not unclench the upper part of the
injector.






10. Install gasket D4 to the tip of adapter D3 and
connect it to the injector mount.

11. Fix adapter D3 with the injector holder. 3Holder mounting bolt
1st time: 9.8 ± 2.0 Nm {1.0 ± 0.2 kgm}
2nd time: 40.2 ± 3.9 Nm {4.1 ± 0.4 kgm}
12. Connect gauge assembly D2 to adaptor D3.
a Apply a little amount of engine oil to the
connecting parts of the adapter and gauge
so that air will not leak easily.
13. Install rocker arm assembly. 3Rocker arm assembly mounting bolt:
64.7 ± 4.9 Nm {6.6 ± 0.5 kgm}
14. Adjust valve clearance.
a See “Adjusting valve clearance”.


15. Connect INSITE (troubleshooting kit) to the 
engine and set the engine in the no-injection 
cranking mode. k If the engine is not set in the no-injection cranking mode, it will start during 
testing and will be dangerous. Accordingly, be sure to set the engine in this mode.

16. Rotate the engine with the starting motor and measure the compression pressure.

a Read the pressure gauge pointer when it 
is stabilized.



17. After finishing testing, remove the testing tools 
and return the removed parts.

a Install the injector and fuel high-pressure tube according to the following procedure.

1) Mate protrusion (a) of the injector with notch (b) of the holder, and set the injector to the cylinder head.

a Set the injector with the above mating position toward the fuel inlet connector insertion side.



⇩⇩⇩
service alat berat buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset call 081283011641



gunakan aplikasi klinik alat berat untuk layanan service dan pencarian sparepat alat berat




Wednesday, August 7, 2019

ANALISA DAN CEK FUEL LINE PADA COMMON RAIL

klinik alat berat
PANDUAN PENGECEKAN FUEL SYSTEM ENGINE COMMON RAIL (SAA6D140E-3)

1.CHECK KEBOCORAN PADA FUEL LINE
*Running engine pada high idle atau rated speed ( attachment di relief ) lalu lihat kondisi dari fuel line,adakah kebocoran pada sambungan antara hose atau pun piping dari fuel line.check juga kondisi fuel filter apakah terjadi kebocoran.
*Bila terjadi kebocoran,segera pebaiki kebocoran



2.CHECK FUEL FILTER ( part number : 600-311-3550 )
*Bila unit di lengkapi fuel stainer,pastikan kondisi dari stainer bersih.
Untuk mengetahui kondisi fuel filter buntu atau tidak,maka lalkukan pengecekan pressure fuel sebagai berikut :
-Lepaskan plug pengukuran fuel low pressure ( terletak pada backet fuel filter ) dan pasang nipple kemudian pasang pressure gauge yang 10 kg/cm2 ( 1 Mpa )
-Running engine pada high idle kemudian lihat hasil dari pengukuran.
( STANDARD FUEL LOW PRESSURE : 1,5- 3 kg/cm2 atau 0,15 – 0,3 Mpa.)
*Bila hasil pengukuran tidak sesuai standard,maka lakukan penggantian fuel filter.

3.CHECK PRESSURE LIMITER ( part number : ND 095420-0140 )
*lepaskan bolt ( baut 14) yang mngikat piping dari pressure limiter,piping yang dilepas tadi kita blok agar fuel tidak keluar saat di running,kemudian ukur quantity fuel yang keluar dari pressure limiter menggunakan gelas ukur.Runing engine pada rated speed ( relief ) selama 1 menit.
( STANDARD FUEL YANG KELUAR DARI LIMITER : Max 10 cc tiap menit.)
*Bila hasil pengukuran melebihi dari standard,maka lakukan penggantian pressure limiter

4.CHECK COMMON RAIL PRESSURE SENSOR ( part number : ND 499000-4441 )
*Perhatikan kondisi wiring harness common rail pressure sensor,lihat apakah female conector mengalami kelonggaran atau pun kotor.Rapatkan female conector lalu bersihkan conector dari kotoran.
*Ukur voltage wiring harness common rail pressure sensor
-pada common rail pressure sensor terdapat 3 wiring yaitu wiring warna putih ( wiring power source ) , wiring warna hijau ( wiring signal ) dan wiring warna hitam ( wiring ground ).Ukur tegangan ( voltage ) masing-masing wiring dengan ground body/chassis.
STANDARD HASIL PENGUKURAN VOLTAGE :
Wiring putih dengan chassis : 5 volt
Wiring hijau dengan chassis : 5 volt
Wiring hitam dengan chassis : 0 ( kosong )
-Lakukan juga pengukuran continuity wiring harness common rail pressure sensor dengan ground body.Bila wiring harness ada yang berhubungan / continuity dengan body,maka wiring tersebut terjadi short circuit.
*Bila hasil pengukuran tidak sesuai dengan standard,maka ada kerusakan pada wiring,entah itu short atau pun wiring putus.Lakukan perbaikan pada wiring common rail pressure sensor.
*Bila wiring sudah sesuai standard tetapi masih muncul error,maka lakukan penggantian common rail pressure sensor.

5.CHECK PCV VALVE ( part number : ND 094150-0240 )
*Perhatikan kondisi wiring harness PCV VALVE,lihat apakah female conector mengalami kelonggaran atau pun kotor.Rapatkan female conector lalu bersihkan conector dari kotoran.
-Lakukan pengukuran continuity wiring harness PCV VALVE dengan ground body.Bila wiring harness ada yang berhubungan / continuity dengan body,maka wiring tersebut terjadi short circuit.
-lakukan pengukuran resistance pada PCV solenoid nya,ukur 2 pin male conector yang berada pada PCV solenoid.
STANDARD RESISTANCE PCV solenoid : 2,3 – 5,3 ohm
*Bila hasil pengukuran melebihi standard,maka lakukan penggantian PCV solenoid.
Catatan : hati-hati saat melakukan penggantian PCV VALVE , perhatikan antara plunger dan seat spring.Pastikan saat pemasangan PCV VALVE,plunger harus duduk dan terkait pada sheat spring,bila plunger tidak duduk atau terkait pada sheat spring,maka akan terjadi kerusakan pada sheat spring dan PCV VALVE akan tidak bekerja,dan hal ini akan membuat engine tidak akan bisa ruuning.( output fuel tidak akan keluar ).Dan bila sheat pring rusak maka kita harus mengganti fuel pump assy.Untuk itu dalam pemasangan PCV VALVE harus benar-benar dalam kondisi yang sesuai.

6.CHECK KONDISI GASKET DELIVERY PCV ( part number : ND 094137-0010 )
*lepaskan 2 piping delivery antara fuel pump dengan common rail,kemudian lepas delivery valve dan lepas gasket delivery valve dari dudukannya.lihat secara visual pada gasket delivery PCV,apakah ada tanda-tanda kerusakan,adakah tanda-tanda keausan yang berlebihan pada gasket delivery PCV.
*bila ada tanda-tanda kerusakan pada gasket delivery PCV,maka lakukan penggantian gasket delivery PCV.
Catatan : pada saat pemasangan gasket delivery PCV,perhatikan kebersihan dari komponen,jangan sampai ada kotoran yang menempel pada gasket delivery PCV atau pun kotoran yang menempel pada dudukan gasket delivery PCV.
-perhatikan juga urutan komponennya,jangan ada komponen yang terbalik antara delivery valve , spring , sheat spring dan delivery holder.
-dan pastikan kekencangan dari mounting delivery holder,bila kekencangan delivery holder tidak sesuai,maka akan terjadi kebocoran dan juga bisa menggakibatkan engine tidak bisa running.
*untuk mengetahui kondisi gasket delivery valve berfungsi dengan baik saat terpasang di fuel pump maka lakukan sebagai berikut :
-lepas delivery piping PCV,sediakan tampungan untuk menampung fuel yang akan keluar dari output delivery PCV.kemudian crank engine,perhatikan adakah fuel yang keluar dari output delivery PCV.bila kedua nya keluar fuel dan quantity nya sama berarti kondisi dari gasket dapat dinyatakan bagus,tetapi bila tidak keluar salah satu atau keduanya ,kemungkinan gasket delivery PCV mengalami kerusakan.

7.CHECK FUEL INJECTOR ( part number 6218-11-3101 )
*Melakukan REDUCE CYLINDER / pengecekan kondisi solenoid dari masing-masing fuel injector dengan cara sebagai berikut :
-running engine pada putaran low idle
-lihat monitor panel dan masuk ke menu cylinder cut out.
Cara menuju menu ke cylinder cut out adalah sebagai berikut :
+tekan tombol ^ 1 2 3 secara berurutan pada monitor panel.
+kemudian cari menu cylinder cut out lalu tekan v.
+maka pada layer akan muncul angka 1 2 3 4 5 6. angka-angka ini adalah menunjukan angka injector masing-masing cylinder sesuai degan urutan nya.
+untuk menonaktifkan / melihat kerja dari solenoid injector,maka tekan angka-angka tersebut satu per satu.lalu lihat dan dengarkan penurunan RPM engine,bila saat ditekan angka nya dan ada penurunan RPM engine,hal ini menandakan bahwa solenoid injector bekerja dengan baik.
+untuk mengembalikan pada kondisi semula maka tekan lagi angka yang tadi kita tekan.
*Bila saat melakukan reduce cylinder ditemui keabnormalan,maka lakukan penggantian injector.

MENGUKUR  SPILL RETURN INJECTOR
-Siapkan gelas ukur dan lepas hose / piping yang dari drain / return injector.tampung fuel yang akan keluar dari return injector menggunakan gelas ukur.
-Running engine dan ukur pada rated speed engine selama 1 menit dan sesuaikan hasil pengukuran spill return injector sesuai dengan standard RPM dari factory.Bila hasil pengukuran melebihi dari standard factory maka lakukan penggantian injector.pengukuran spill return ini bertujuan mengetahui keausan dari injector.Bila injector mengalami keausan yang berlebih pada plunger nya maka akan banyak fuel yang return menuju fuel tank,dan hal ini juga menyebabkan pressure dari injector akan mengalami penurunan dan menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna yang nanti ujung-ujung nya engine mengalami low power.

8.CHECK FUEL SUPPLY PUMP ( part number 6218-71-1130 )
*Bila sudah melakukan pengecekan dari :
-kebocoran fuel system.
-fuel filter ( low pressure circuit )
-pressure limiter.
-common rail pressure sensor.
-PCV valve.
-gasket delivery valve.
-fuel injector.

Dan ternyata engine masih mengalami low power atau pun masih muncul error fuel system,maka lakukan penggantian fuel supply pump.
Catatan :
*Hati-hati dalam melakukan pelepasan fuel supply pump,lepas wiring dari PCV 1, PCV 2 ,wiring G sensor , lepas piping delivery yang menuju ke common rail , lepas hose return dari over flow valve fuel pump dan hose dan piping dari fuel filter.
-hati-hati saat melepas “nut” dan key lock shaft mounting fuel pump yang ada di depan,jangan sampai terjatuh ke bawah ke oil pan.
*Saat melakukan pemasangan,hati-hati dalam pemasangan piping by pass valve,jangan sampai terbalik.Jika terbaik maka engine tidak akan bisa running.
+Perhatikan juga kekencangan dari mounting piping-piping fuel,jangan sampai terjadi over torque,karena bila terjadi over torque maka akan menyebabkan keretakan piping dan menyebabkan kebocoran pada fuel piping.

9.CHECK ENGINE SPEED SENSOR ( part number 7861-93-2330 dan 6217-81-9210 )
Bila ternyata hasil pengecekan dari fuel system tidak ditemukan keabnormalan,maka lakukan pengukuran pada engine speed sensor.
*ukur resistance 2 wiring pada engine speed sensor ( standard resistance 85-210 ohm)
*pastikan wiring pada engine speed sensor tidak short dengan ground chassis.
*bila hasil pengukuran di luar dari standard maka lakukan pengantian engine speed sensor.
*bila wiring speed sensor terjadi short circuit dengan chassis,maka lakukan perbaikan pada wiring speed sensor.

10.CHECK ENGINE CONTROLLER ( part number 7872-20-4403 )
*Bila langkah 1 -9 sudah dilakukan dan tidak terjadi keabnormalan,maka cobalah mengganti engine controller.



Heavy equipment part & service
buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset dll

download app ,klinik alat berat di google play 

Saturday, August 3, 2019

ANALISA TROUBLE AND ADJUST PRESURE PUMP PC200 MANUAL / ELECTRIK

klinik alat berat
Berikut adalah beberapa analisa dan cara penanganan masalah pada unit excavator pc 200 di ambil dari beberapa kasus di lapangan mudah mudahan bisa sedikit membantu pencerahan dan jika masih ada yang kurang dengan artikel ini bisa di tambahkan untuk penyempurnaan


  1. Engine drop di bawah standart
penyebabnya :
  • PC-EPC selenoid
  • Penyetelan PC-EPC Valve terlalu tinggi
  • Sphool macet tertutup.
  • Screew buntu
  • Spool aus scratch
  • Pemasangan solenoid assy terbalik sehingga port solenoid tidak bertemu dengan port pada pump housin
langakah perbaikan :
  • Pastikan performa mesin dalam kondisi baik.
  • Cek & atur tekanan output PC-EPC valve posisi A mode).
Std. Refferensi dari hasil pengukuran unit baru):

-Netral, High Idle 0 kg / cm2.
-Relief, High Idle 5 kg / cm2.
-Netral, Low Idle 29 35 kg / cm2.
  • Bersihkan skren pada solenoid.
  • Cek kondisi spool pada solenoid PC-EPCvalve, bila terfadi aus / scratch ganti solenoid.
  • Bila perlu ganti o ring solenoid
  • pastikan pemasangan PC-EPC tidak bisa dilepas dengan lubang meluruskan hole / port oilnya terdapat housing pump
    2. jika Semua atachman low speed dan low power

penyebanya adalah :
  • Pressure self reduching valve drop
  • Spool Self Pressure raduching valve macet tertutup karena adanya kotoran yang mengganjal Hal ini akan mengakibatkan pressure self raduching valve drop dan semua atachmant low speed dan low power

langkah perbaikan :
  • Periksa dan atur tekanan output self reduction valve. Std .: 30-35 kg / cm2.. Jika tekanan masih dibawah standar sudah sesuai penyesuaian, periksabagian internal Self Pressure Reducing Valve.
  • Perbaiki spool yang macet
  • Lakukan pergantian o-ring, kalau kondisi o ring sudah tidak baik. Pakai o ring sesuai standar.

3.Jika Terjadi aram drive pada posisi aram out

penyebabnya :
  • Safety suction valve aram in
  • Seal teflon pada safety suction valve arm in mengalami kebocoran. Saat netral, oil di ruang head arm silinder mengalir ke atas melalui seal yang bocor tersebut,
langkah perbaikan :
  • Untuk mempercepat analisis masalah tsb Dilakukan dengan menukar safety suction valve arm dengan pengaman suction valve attachment lain (aram out).
  • Ganti seal teflon atau ganti safety suction valve assy
4.Jika Hydraulick low power

penyebab :
  • Unload valve dan maine relief
  • valve sphool pada unload valve aus sehingga terjadi leakage antara sphool dan housing

langkah perbaikan :
  • periksa seal dan sphool pada unload valve dan maine relief valve atau ganti assy

4.jika boom lower low power dan tidak mampu jack unit dan pressure di dapat hanya 200 +-20KG/CM2

kemungkinan penyebabnya :
  • Boom regeneration circuit.
  • check valve boom regeneration valve macet,tidak terpasang,atau jatuh saat resealing pump merge-divinder valve
langkah perbaikan :
  • Buka pump merge-devinder valve lalu periksa valve regeneration
5.jika Cover sphool merge devinder valve sering pecah

penyebabnya adalah
  • Slow retun valve merge-Devinder dan self reduching valve
  • jika slow retrun falve macet atau tidak terpasang,Hal ini mengakibatkan proses draint tidak smooth pada merge-devider valve, sehingga terjadi benturan seat dengan cover spool penggabungan devider valve
  • ika preesure raduching valve terlalu tinggi hal demikian juga sering terjadi 
langkah perbaikan:
  • Cek tekanan output pressure selv raduching  valve STD 35 kg / cm2.
  • Cek kondisi cover spool, pastikan slow retrun valve sudah terpasang atau tidak macet..
6.Jika aram out dan bucket low power..
Kemungkinan penyebabnya :
  • aram sphool
  • terjadi leakage akibat rusaknya o-ring dan back up ring yang terdapat pada plug aram sphol sphool yang sama juga terdapat pada bucket valve sphool,sehingga jika terjadi kerusakan oring pada plug bucket sphool akan mengakibatkan bucket dump low power.
langkah perbaikan :
  • Pastikan performa mesin dalam kondisi normal
  • Lakukan pengecekan tekanan self-reduce STD 30-36 kg / cm2. lampiran.
  • Lakukan pengecekan tekanan hidrolik untuk semua pastikan tekanan hidrolik masuk dalam standar rangenya. Bila ada kerusakan pada ring ring dan plug up ring pada plug spool arm control valve, maka hasil pengukuran tekanan hidrolik untuk Aram kurang dari standar sehingga daya tekanan aram cylinder sangat rendah
7.Jika saat operasi tuas handel PPC terasa berat dan menghentak.

kemungkinan penyebapnya :
  • self presure raduching valve
  • Kekuatan operasi PPC lever berat dan menghentakhentak karena penyesuaian Self Pressure Reducing Valve terlalu tinggi Saat netral didapat 30 kg / cm2 sedangkan pada saat attachment operasi self reduce pressure ikut naik
langkah perbaikan :
  • ajusment presure selfraduching valve dilakukan pada saat atachmant neutral dan di gerakan
  • standart pressure self raduching valve 33-35 KG/CM2
8.Jika saat sala satu atachmant di gerakan dan atachmant yang lain ikut bergerak saat relief tercapai

kemungkinan penyebabnya :
  • pressure compensation valve
  • Kerusakan sliper seal pada piston pressure compensation valve Dengan rusaknya seal slipper LS tekanan dari sirkuit yang bertekanan tinggi masuk lewat segel yang rusak menuju port yang mengarah ke aktuator yang bergerak.
langkah perbaikan:
  • Lakukan pengecekan pressure control pump STD 30 -36 Kg / cm2.
  • Lakukan pengecekan tekanan relief hidrolik untuk semua attachment STD 325 10 kg / cmz (bucket, boom & arm standard melakukan adjustment main relief Jika hasil kurang dari valve, tidak ada perubahan, maka dan perhatikan Gerakkan salah satu attachment sampai end stroke apakah Ada yang ikut ikut pelan. 
catatata: biasanya Yang paling terlihat ikut bergerak adalah Swing..

9.Jika saat travel di operasikan divinded (lH atau RH)terjadi low power dan susah belok namun jika di operasikan bersama keduanya kondisi normal.

kemungkinan penyebabnya :
  • Hose lines 
  • Selang tekanan LS front pump tertukar dengan selang LS pressure. Real pump, sehingga saat LH berjalan , pompa depan tidak mendapat sensor tekanan LS dari kontrol valve. Dan saat sedang mengoperasikan RH travel rear pump tidak mendapat sensor tekanan Ls dari control valve. LS Sensor LH Front Pump RH Belakang Pum Tertukarnya Sambungan selang tersebut dapat karena Sambungan yang berdekatan dan selang panjang dan hosenya yang sama.
langkah perbaikan:

  • Jack unit dan putar travel LH tidak ada beban.
  • Triger operasikan travel lever RH
  • Jika putaran track LH bertambah lebih cepat, berarti selang dari Pengontrol Valve yang menuju Pompa Utama tertukar antara Pompa Depan dan Pompa Belakang.

Catatan: Pengecekan bisa dibalik dengan perjalanan RH. Prosesor yang tidak tertukar antara selang LS depan dan belakang LS. Jika menandai hilang maka koneksi hosenya adalah sambungan pompa depan LS ke Control valve arm group koneksi pompa belakang LS ke Control valve bucket group Catatan Untuk unit baru hose menggunakan kode warna.

10.Jika presure maksimum hanya mencapai bekisata 160 Kg/cm2 dan maine pump dinyatakan bagus..

kemungkinan penyebabnya :
  • Merge-devinder valve
  • Arah pemasangan LS Spool & Spring LS Spool Merger Devider Valve terbalik.
  • Tidak ada perbedaan diluar diameter spul. Dengan pemasangannya terbalik akan beres PLS Pompa depan akan mertutup sudut Pompa terus menerus.
langkah perbaikan :
  • Arah pemasangan spool tersebut adalah: Sisi spring spool dipasang sejajar dengan sisi spring main spool penggabungan devider valve. Dengan sebuah plug Sisi spring main spool devider valve ditutup

11.Jika engine tetap drop dan tenaga hilang..

silahkan matikan mesin lalu tinggal ngopi dulu.........

..................12selanjutnya   download app klinik alat berat di google play 

Heavy equipment part & service
buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset, etc.

Friday, August 2, 2019

PENYEBAB ENGINE OVERHEAT DAN CARA MENGATASINYA

klinik alat berat
BELAJAR PAHAM BIAR GAK ASAL
BACA PELAN- PELAN SAMBIL NGOPI RENGGANGKAN URAT SYARAF DAN JANGAN PANIK ....


Berikut adalah beberapa penyebab engine overheat yang menyebabkan beberapa kerusakan pada komponen sehingga biaya yang timbul menjadi besar terhadap kendaraan khususnya pada alat berat
di antaranya adalah sebagi berikut : 

  • Air pendingin kurang (terlalu rendah levelnya)
Solusi: Bila air pendingin kurang maka aliran air pendingin pada engine dan radiator menjadi tidak lancar dan tidak bisa mengambil panas secara maximum dari engine untuk didinginkan di radiator. Kurangnya air pendingin disebabkan oleh kebocoran-kebocoran atau salah waktu pengisian radiator. Pada saat engine dingin yakinkan air dapat terlihat pada bagian bawah leher tube pengisi radiator.

  • Temperature gauge rusak

Solusi: Temperatur gauge yang rusak tidak akan menunjukan temperatur yang sebenarnya. Bila temperatur gauge menunjukan temperatur yang terlalu panas, tapi kondisi yang lain normal maka ganti teperatur gauge yang kondisinya baik atau periksa cooling system dengan 4C6500 digital thermometer group.

  • Radiator kotor

Solusi: Periksa fins antara radiator core dari kotoran/ranting yang menghambat aliran udara. Periksa radiator dari kotoran, kerak di bagian dalam core radiator yang menghambat aliran coolantdi radiator core.

  • Belt kendor

Solusi: Kekendoran fan atau gear penggerak water pump akan menyebabkan berkurangnya aliran udara atau air. Kencangkan belt sesuai dengan belt tention chart yang ditunjukan di specificationmodul.

  • Hose rusak

Solusi: Kerusakan hose yang nengakibatkan kebocoran mudah dilihat. Kerusakan yang tidak bisa dilihat dengan mata pada saat beroperasi akan menghambat aliran coolant. Misanya hose menjadi lunak, atau retak karena sudah lama dipakai. Apabila pergantianya melebihi waktu yang ditentukan, bagian dalam dari hose bisa lepas dan akan menghambat aliran coolant.

  • Thermostat (water temperatur regulator) rusak

Solusi: Regulator yang tidak bisa terbuka atau hanya membuka sedikit akan menyebabkan panas diatas normal. Lihat Testing and Adjusting melakukan prosedur pengetesan water temperature regulator.

  • Water pump rusak

Solusi: Water pump yang impellernya kendor tidak cukup kuat untuk memompakan coolant. Kendornya impeller water pump bisa dilihat dengan melepas water pump dan menekan shaft serta menariknya kembali. Bila tidak ada kerusakan pada impeller maka periksa celah (clearance) impeller.

  • Terdapat udara di dalam cooling system

Solusi: Udara dapat masuk kedalam cooling system melalui beberapa cara, umumnya disebabkan pengisian cooling system yang tidak benar dan kebocoran pembakaran ke dalam system. Udara dapat masuk ke system melalui keretakan di dalam atau karena gasket cylinder head rusak. Udara yang ada pada cooling system dapat mengakibatkan terhambatnya aliran coolant dan membuat gelembung-gelembung pada coolant. Air Bubble tertahan pada saluran coolant dan dapat menghambat aliran panas ke dalam coolant. Udara yang terdapat pada cooling system dapat ditemukan dengan bottle test. Alat yang diperlukan untuk tes ini adalah satu pint bottle, tempat air, dan hose yang akan dihubungkan dengan bagian ujung dari overflow pipe radiator. Sebelum melakukan pengetesan yakinkan pengisian coolant dilakukan dengan benar. Gunakan kabel kecil untuk menahan relief valve pada cap radiator dengan posisi terbuka. Pasang cap radiator dan kencangkan. Pasang hose pada bagian ujung dari overflow pipe. Start engine dan operasikan pada high idle rpm beberapa menit sampai temperature operasi. Gunakan tutup pada core radiator untuk menjaga engine pada temperature operasi. Setelah lima menit atau lebih kendorkan bagian ujung hose pada botol yang berisi air. Letakkan botol tersebut pada bucket air dengan posisi terbalik. Bila air dapat keluar dari botol dengan waktu kurang dari 40 detik, maka terdapat kebocoran gas buang kedalam cooling system. Cari penyebab masuknya udara atau gas buang ke dalam cooling systemdan perbaiki.

  • Fan salah, fan atau shroud posisinya tidak benar

Solusi: Fan yang salah, fan atau shroud dipasang pada posisi yang salah akan mengakibatkan berkurangnya udara yang dihembuskan ke radiator. Fan harus cukup besar untuk dapat meniupkan udara lebih banyak ke radiator. Yakinkan ukuran dari fan dan shroud dan posisi fansesuai dengan rekomondasi pabrik.

  • Radiator terlalu kecil

Solusi: Radiator yang terlalu kecil tidak cukup untuk melepaskan panas pada cooling system, ini akan mengakibatkan engine pada saat beroperasi temperaturnya lebih tinggi dari temperatur normal. Yakinkan bahwa ukuran radiator sesuai dengan yang direkomondasikan pabrik.

  • Tidak cukup aliran udara yang melewati radiator yang disebabkan oleh hambatan pada komponen engine

Solusi: Aliran udara yang digunakan untuk mendinginkan radiator keluar dan masuk melalui daerah sekeliling engine. Yakinkan filter pendingin udara dan komponen-komponen sejenisnya tidak terpasang di daerah yang menghambat kebebasan aliran udara baik yang masuk atau yang keluar.

  • Temperature disekeliling engine terlalu panas

Solusi: Ketika temperature diluar engine terlalu panas dari rata-rata cooling system, perbedaan temperature tidak cukup antara udara luar dan coolant. Untuk mendapatkan pendinginan yang bagus kurangi beban engine.

  • Engine beroperasi pada tempat yang tinggi

Solusi: Kapasitas pendingin pada cooling system turun karena mesin digunakan di tempat yang lebih tinggi. System pressure yang rendah harus digunakan untuk menjaga coolant dari pemuaian.

  • Udara masuk terhambat

Solusi: Hambatan masuknya udara ke engine menyebabkan temperature cylinder tinggi dan jumlah panas yang melewati cooling system terlalu tinggi pula. Periksa hambatan dengan menggunakan sebuah water manometer atau sebuah vacuum gauge (mengukur pada inchers of water). Pasang gauge ke saluran masuk udara antara air cleaner dan saluran yang akan masuk ke turbocharger. Dengan gauge yang terpasang jalankan engine pada rpm beban penuh dan periksa hambatannya. Hambatan maksimum pada udara masuk yaitu 635 kPa (25 inch of water). Bila hasilnya lebih besar dari hambatan maximum yang diijinkan maka buang kotoran dari elemen filter atau pasang dengan elemen filter yang baru. Dan periksa kembali hambatannya. Bila hasilnya masih lebih tinggi dari maximum yang diijinkan maka hambatannya pasti pada pipa saluran masuk.

  • Gas buang terhambat

Solusi: Hambatan pada exhaust system mengakibatkan temperature pada cylinder tinggi dan terlalu banyak panas yang ditanggung oleh cooling system. Untuk mengetahui kemungkinan hambatan pada exhaust system, lakukan pemeriksaan secara visual pada exhaust system. Periksa kerusakan pipa atau muffler. Bila tidak ditemukan kerusakan periksa system untuk back pressure dari exhaust(pengukuran perbedaan tekanan antara saluran exhaust dan tekanan udara luar). Back pressureharus tidak boleh lebih tinggi dari 1016 kPa (40 inches of water). Kita juga dapat memeriksa systemdengan melepas pipa exhaust dari exhaust manifold. Dengan pipa exhaust terlepas, enginedijalankan untuk mengetahui masalahnya.

  • Fuel injection timing tidak benar

Solusi: Periksa dan lakukan penyetelan sesuai dengan testing and adjusting.

Nah,.... itu tadi penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi engine over heat selengkapnya silahkan download app klinik alat berat di google play ,... mudah2 bisa membantu mengatasi masalah yg terjadi pada mesin anda 


buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset


KOMPONEN CONTROL VALVE PADA TORQFLOW TRANSMISSION

klinik alat berat
SIANG MENJELANG SORE.....
Jangan lupa bagikan artikel ini kepada temen mekanik ya broo



CONTROL VALVE

Control valve adalah kombinasi dari beberapa valve yang bekerja pada fungsinya masing-masing, antara lain : modulating relief valve, quick return valve, reducing valve, speed valve, safety valve, directional (forward-reverse) valve.
Modulating relief valve, fungsinya :
  • Mengatur dan membatasi maximum oil pressure yang akan digunakan oleh setiap transmission clutch.
  • Bersama-sama dengan quick return valve memodulate pressure sehingga dapat mengurangi kejutan pada clutch . (slow engage) dan sock pada unit yang dapat memungkinkan panjang umur dari setiap komponen.
  • Mengatur (waktu) oil flow yang menuju ke torque converter.


Quick return valve, fungsinya: mengatur langkah gerak dari sleeve dari modulating valve (dengan) mengatur flow oil ke sleeve dan ke drain) sehingga dapat terjadi cepat dalam disengage dan lambat/pelan-pelan dalam engage setiap transmission clutch.

Reducing valve, fungsinya: mengatur arah aliran oil yang akan masuk ke rotary clutch.

Speed valve, fungsinya: mengatur arah aliran oil ke setiap speed clutch dan drain

Safety valve, fungsinya: sebagai penyelamat, jangan sampai unit bergerak (maju/mundur) sebelum dikehendaki operator pada saat engine di start, dengan cara menutup saluran oli yang menuju ke directional control valve.

Directional valve, fungsinya: mengarahkan aliran oil ke directional clutch (forward – reverse) dan drain.



MODULATING RELIEF VALVE

Modulating relief valve terdiri dari valve ( 6 ), piston ( 7 ) dan ( 9 ), piston spring ( 12 ), sleeve spring ( 4 ) dan fungsinya bersama dengan quick return valve ( 13 ) memodulasi tekanan dan merelief tekanan.

Ketika spool speed valve ( 28 ) dan spool directional valve ( 23 ) digerakkan untuk membuka sirkuit dari torqflow pump, fluida mengisi ruangan antara pump dan clutch piston dan pada waktu yang sama pressure mulai naik.Fluida dari pump mengalir melalui orifice ( a ) dari modulating valve ( 6 ), memasuki ruangan antara piston ( 7 ) dan (9), hal ini menyebabkanmodulating valve ke <—- ( kiri ) sehingga membuka port ( h ) menghubungkan modulating valve dan modulating sleeve. ( 8 ).




Fluida yang mengalir orifice ( b ) dari quick return valve ( 13 ) menyebabkan pergerakkan quick return valve ke —–> ( kanan ), sehingga menutup drain port ( c ). Fluida mengalir terus sehingga membangkitkanback pressure pada Modulating sleeve. 
Back pressure modulating sleeve bertambah dengan aniknya pressure dalam sirkuit.Pergerakkan dari modulating sleeve ke < —–( kiri ) menutup port ( h ). Didahului modualting valve yang kemudian diikuti sleeve bergerak ke < —-( kiri) pressure berlanjut naik sehingga sleeve bergerak ke < —( kiri ) sampai menyentuhstopper ( 1 ). Pressure naik hingga setting pressure 20 Kg/cm2. Kenaikan dari modualting pressure tersebut dapat digambarkan dalam grafik dibawah ini

SAFETY VALVE

Safety valve ( 25 ) dipasang antara speed valve ( 28 ) dan directional valve (23). Fungsinya adalah untuk menjaga agar machine tidak bergerak pada saat engine di-start dengan gear engaged ( lever tidak posisi netral ). Agar machine dapat digerakkan, lever harus posisi netral lebih dahulu.

  • Gear shift lever [osisi netral fluida dari reducing valve ( 16 ) mengalir melalui speed valve meuju ke safety valve mengalir melalui orifice ( e ). Aliran nya = Reducing valve. Speed valve —-> directional valve
  • gear shift lever dioperasikan meng-engage- kan gear. Pada saat speed valve digerakkan ke salah satu speed. Fluida sebelah kanan safety valve didarin melalui orifice ( e ).Fluida dari speed valve sebelah kanan mengalir ke safety valve kemudian masukorifice ( f ) menggerakkan piston ke kanan, sehingga menyebabkan safety valve tetap pada posisinya dan sirkuityang ke directional valve dibuka
  • Ketika engine di start dengan gear shift lever tidak netral. Ketika lever tidak netral maka fluida dari reducing valve tidak berhubungan denganorifice ( e ). Pada kondisi ini, safety valve tidak bergerak ke kiri untuk membuka aliran sirkuit dari reducing valve directional valve sehigga machine tidak bisa bergerak.
REDUCING VALVE

Reducing valve ( 16 ) dipasangkan pada sirkuit antara modulating valve ( 6 ) danspeed valve ( 28 ) dan menjaga pressure oli pada clutch 1 dibawah 12,5 kg/cm2. Pressure sistem semua diset oleh modulating relief valve 20 kg/m². Ketika pressure pada clutch 1 naik, piston ( 15 ) digeser ke kanan oleh aliran fluida melalui orifice ( g ) dari reducing valve, menyebabkan reducing valve bergerak ke kiri. Hal ini akan menyebabkan pressure yang akan menuju ke speed clutch 1 menjadi terpelihara sebesar 12,5 kg/cm².

SPEED VALVE


Speed valve, fungsinya: mengatur arah aliran oil ke setiap speed clutch dan drain. Mekanismenya diatur oleh operator dengan cara memindahkan lever transmisi ke posisi yang dikehendaki.


DIRECTIONAL VALVE

Directional valve, fungsinya: mengarahkan aliran oil ke directional clutch (forward – reverse) dan drain. Sama seperti halnya dengan speed valve, gerakannya dikontrol oleh operator dari dalam cabin.



buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset 

CONTROL SYTEM OPERASI PADA GOVERNOR CAT 320D

klinik alat berat
Penjelasan kali ini akan memberikan informasi bagaimana governor bekerja ketika kecepatan engine mulai melebihi dari kecepatan yang ditentukan oleh throttle control lever. Saat engine mulai mengalami overspeed maka gaya sentrifugal pada flyweight akan menyebabkan flyweight mekar & membuka keluar, sifter dan sleeve juga bergerak ke kanan sampai menyentuh dan menekan torque control spring. Setelah itu berikutnya yang terjadi adalah tension lever bergerak juga ke arah kanan dan menarik governor spring. Pada saat gaya dari spring dan gaya sentrifugal yang dimiliki flyweight mencapai kesetimbangan maka tension lever akan berhenti bergerak.


Pada saat yang bersamaan ketika flyweight, shifter dan sleeve bersama-sama menggerakan tension lever maka komponen-komponen tersebut juga menggerakan floating lever ke arah kanan. Mekanisme lever menghubungkan floating lever ke control rack sehingga control rack juga bergerak ke kanan untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang akan dipasok oleh fuel injection pump ke fuel injection nozzle. Control rack akan terus bergerak ke kanan sampai governor spring dan flyweight mencapai kesetimbangan. Jika kecepatan engine terus meningkat akibatnya adalah tension lever akan terus bergerak ke akan sampai menyentuh idling-sub spring yang akan membawa kecepatan putaran engine ke kondisi NO LOAD MAXIMUM SPEED.

Fungsi dari torque control spring adalah untuk membatasi jumlah asap hitam yang dihasilkan oleh engine saat mengalami akselerasi. Saat kecepatan engine rendah maka gaya dari torque control spring lebih besar dibandingkan gaya sentrifugal dari flyweight. Gaya dari spring akan menggerakan shifter dan sleeve kearah kiri sehingga guide dan floating lever pun terdorong kearah kiri dan menyebabkan control rack bergerak juga ke arah FUEL ON. Pada saat kecepatan engine meningkat, gaya sentrifugal dari flyweight akan menekan torque control spring. Shifter selanjutnya akan menyentuh dan mendorong tension lever untuk mengurangi fuel yang akan di injeksikan. Pada governor ini, mendorong fuel rack ke dalam akan mengurangi fuel dan menarik rack keluar akan menambah fuel.

CATATAN: Control lever dan shutoff lever pada illustrasi diatas bukanlah mekanisme sebetulnya yang terdapat pada engine 3066 di 320 Hex. Mekanisme control untuk throttle yang aktual bukanlah menggunakan lever melainkan pulley dan system kabel. Shutoff lever juga dioperasikan oleh solenoid 

 
Semua input komponen elektronik untuk engine speed control akan menuju ke controller. Controller tersebut berada di sisi kiri machine di bagian belakang pintu akses bersebelahan dengan air filter canister.




 
Skematik yang telah disederhanakan untuk machine control system seperti tampak pada gambar di atas menampilkan komponen input yang mengontrol governor motor. Input komponen itu adalah automatic engine speed control (AEC) dan power mode function di control panel; engine speed dial, implements/swing, travel dan attachment pressure switch; one touch low idel switch pada implement control lever sebelah kanan, back up switch untuk throttle control dan position feedback sensor pada governor actuator motor


Controller akan membandingkan input signal dari engine sped dial dengan input signal yang diterima dari position feedback sensor. Jika posisi dari dari feedback sensor dan engine speed dial tidak sama maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menggerakan governor control lever ke posisi yang benar.

 Governor actuator motor (didalam kotak besi) berada di sisi kiri dari machine di belakang pintu akses. Governor actuator motor menerima signal electronic dari controller.










Governor control cables dibungkus mengelilingi pulley yang terhubung ke position feedback sensor (panah) didalam governor actuator motor.

Signal electronic yang sampai ke governor actuator motor menyebabkan feedback sensor dan pulley berputar. Putaran dari pulley menggerakan cable yang akan menggerakan governor throttle control lever



Engine speed control dial di dalam operator station adalah salah satu komponen input untuk mengontrol engine speed. Engine speed control dial memiliki sepuluh pilihan posisi. Masing-masing posisi merujuk pada suatu harga rpm yang spesifik. Posisi 1 adalah LOW IDLE dan posisi 10 adalah HIGH IDLE.





Rangkaian engine speed control memiliki backup switch (berlokasi didalam operator staion, dibawah cover di bagian belakang dari arm rest bagian kanan). Back up switch ini memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed dial. Untuk mengoperasikan engine pada LOW IDLE posisikan manual/auto switch (1) ke posisi “MAN” dan tahan spring-centered speed toggle switch (2) ke gambar kura-kura sampai engine speed berhenti melambat. Untuk beroperasi pada HIGH IDLE, tahan speed switch (2) di posisi gambar kelinci sampai engine speed berhenti naik. Untuk mengoperasikan engine pada operasi kecepatan menengah, lepaskan speed toggle switch sebelum engine mencapai high atau low idle.


Untuk bisa meningkatkan effesiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi noise level maka AEC akan mengurangi engine speed pada saat tidak ada beban. Level pertama beroperasi saat AEC switch (1) dalam kondisi OFF. Level pertama terjadi pada saat kurang lebih tiga detik setelah kebutuhan engine untuk menanggung beban hilang. Pressure switch untuk swing, travel & attachment mengirimkan signal ke controller untuk memberitahu controller bahwa tidak ada beban yang diberikan ke engine.Saat tidak ada kebutuhan beban maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menurunkan engine speed sebanyak 100 rpm.

Level AEC yang kedua terjadi ketika switch AEC dalam kondisi ON dan posisi engine speed dial berada di 5 atau lebih. Level kedua ini otomatis akan mengurangi engine speed menjadi sebesar 1300 rpm jika setelah 3 detik engine tidak menerima beban. Apabila ada pressure switch yang berubah menjadi ON (kondisi berbeban) maka engine speed akan kembali ke kecapatan yang sesuai dengan yang tertera di speed dial.

Power Mode selector switch (2) juga terletak di control panel. Level dari Power Mode menentukan maximum engine speed secara terpisah tidak tergantung dari posisi engine speed dial. Power Mode III menijinkan rentang maksimum dari operasi throttle (posisi engine speed dial 1-10). Power Mode II mambatasi maximum engine speed sampai posisi 9 saja dan Power Mode I membatasi posisi maximum engine speed sampai posisi 7 saja tanpa tanpa menghiraukan posisi dari engine speed dial. Machine memiliki nilai default Power Mode II pada saat start-up.


Grafik di samping menunjukan rpm engine pada berbagai macam kondisi dari operasi implement dengan machine berada pada Power Mode III dan engine speed dial pada posisi 10. Lima detik pertama di grafik menunjukan rpm engine saat implement sedang dioperasikan. Pada saat tersebut engine berada dalam kondisi beban yang berubah-ubah karena itu akibatnya maka rpm engine juga berfluktuasi. Saat operator menghilangkan beban dari engine untuk sekejap rpm engine akan naik sampai HIGH IDLE. Jika AEC switch dalam posisi OFF, dalam waktu tiga detik setelah setelah engine speed mencapai high idle maka fungsi level pertama dari AEC akan menurunkan engine rpm sebanyak 100 rpm. Apabila switch AEC ada di posisi ON maka 3 detik setelah engine mencapai HIGH IDLE, level kedua AEC akan menurunkan rpm engine dari high idle ke 1300 rpm.

Selama operator tidak menggerakan implement atau travel motor maka engine speed tetap berada 100 rpm dibawah high idle rpm (AEC switch dalam posisi OFF) atau pada 1300 rpm (AEC switch dalam posisi ON).

Apabila operator memberikan beban pada engine maka controller akan mengembalikan engine speed ke engine speed dial setting atau ke maximum speed yang diperbolehkan oleh power mode level (tergantung mana yang paling rendah).

Pada implever control lever sisi kanan terdapat one-touch low idle switch (tanda panah). Saat operator mengaktifkan one-touch low idle switch maka controller mengirimkan signal ke governor motor agar mengurangi engine speed menjadi 940 rpm. Saat operator menekan swich tersebut untuk yang kedua kalinya maka engine speed akan naik lagi ke level yang di set pada engine speed dial, power mode level atau AEC level (tergantung mana yang paling rendah). Jika operator mengaktifkan fungsi maka one-touch low idle control switch secara otomatis akan OFF dan engine speed akan kembali ke level operating normal.

PERHATIAN

Engine speed dial sebaiknya berada di posisi 1 sebelum engine dimatikan. Apabila operator mematikan machine dengan one-touch level idle switch dalam keadaan aktif (rpm engine sebesar 940 rpm) dan operator tidak mengembalikan speed dial ke posisi 1 sebelum menghidupkan engine kembali, maka saat engine hidup speed engine akan langsung berakselerasi ke kecepatan engine speed dial setting atau ke level power mode II – tegantung mana yang paling rendah. Controller tidak menyimpan di momory informasi mengenai one-touchlow idle swith yang masih dalam kondisi aktif pada saat engine dimatikan.

HEAVY EQUIPMENT PART & SERVICE 
buldozer, excavator, wheel lloader, vibro, crane, forklift, genset , etc.
download app klinik alat berat on google play